![]() |
| Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan saat diterima Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierli dalam kunjungan kerja di Jakarta, Senin (20/10/2026). |
Kota Bima, KabarNTB - Pemerintah Kota Bima memperkuat langkah strategis dalam membenahi kualitas tenaga kerja daerah. Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, S.H., bertolak ke Jakarta pada Senin (20/10/2026) untuk menemui Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Dr. Ir. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., guna mendorong dukungan pemerintah pusat atas pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) Modern di Kota Bima.
Generasi Muda Jadi Prioritas
Kunjungan kerja ini bukan sekadar kunjungan seremonial. Feri Sofiyan datang membawa agenda konkret, yakni meminta fasilitasi langsung dari Kementerian Ketenagakerjaan agar pembangunan BLK Modern di Kota Bima dapat segera terwujud. Pertemuan yang berlangsung di kantor kementerian itu menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing.
Feri Sofiyan menegaskan bahwa kehadiran BLK Modern merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda Bima di tengah ketatnya persaingan pasar kerja.
"Kami ingin generasi muda Kota Bima lebih siap memasuki dunia kerja dan mampu bersaing di tengah kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang," ujar Feri Sofiyan.
Akses Pelatihan Vokasi yang Relevan
Lebih dari sekadar gedung pelatihan, BLK Modern diharapkan menjadi jembatan antara masyarakat Kota Bima dengan dunia usaha dan industri. Melalui fasilitas ini, warga dapat mengakses program pelatihan vokasi yang dirancang sesuai kebutuhan nyata pasar kerja, bukan sekadar pelatihan konvensional yang kerap tertinggal dari perkembangan industri.
Kehadiran fasilitas pelatihan yang representatif juga dinilai akan mendongkrak produktivitas, membuka peluang kerja baru, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dari akar.
Fondasi Kemajuan Daerah
Pemerintah Kota Bima memandang koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan ini sebagai titik awal yang penting. Penguatan sumber daya manusia ditempatkan sebagai fondasi utama kemajuan daerah, seiring keyakinan bahwa tenaga kerja yang kompeten dan terampil adalah kunci peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
(*)

