![]() |
| Volunteer lokal tampak bersiap menjalankan tugas kebersihan di kawasan Pertamina Mandalika International Circuit jelang bergulirnya sesi balap MotoGP Mandalika 2026. |
Lombok Tengah, KabarNTB - Di balik gemerlap ajang balap motor paling bergengsi di dunia, ada deretan tangan-tangan lokal yang bekerja keras sejak fajar menyingsing. Ratusan volunteer lokal MotoGP Mandalika 2026 bertugas menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan Pertamina Mandalika International Circuit, termasuk area VIP, dalam rangkaian penyelenggaraan yang berlangsung Sabtu, 10 Oktober 2026.
Antara Euforia dan Tanggung Jawab
Linda Apriliana adalah salah satu dari sekitar 143 volunteer yang tersebar di berbagai titik operasional sirkuit. Bagi perempuan ini, bergabung sebagai relawan bukan sekadar soal pekerjaan, melainkan kesempatan langka untuk menyentuh langsung denyut nadi sebuah acara kelas dunia.
"Ingin terlibat langsung dan merasakan bagaimana euforia dari MotoGP Mandalika tahun ini," ujar Linda.
Linda ditugaskan di Area 6, dengan cakupan tanggung jawab meliputi kebersihan kawasan VIP, halaman, hingga area parkir. Para volunteer diwajibkan tiba di lokasi paling lambat pukul 05.30 WITA dan menjalankan tugas hingga pukul 18.00 WITA, artinya nyaris 12 jam mereka berdedikasi di lapangan.
Seleksi dan Pelatihan Sebelum Hari-H
Keikutsertaan sebagai volunteer bukan tanpa proses. Linda mengisahkan bahwa sebelum resmi bertugas, setiap calon relawan melewati pendaftaran, pemenuhan persyaratan, hingga dua sesi pelatihan, yang sebagian dilaksanakan secara daring sebagai koordinasi tambahan.
"Untuk teknisnya, kami diberikan arahan terkait tugas yang harus dilakukan. Jadi, meskipun berada di lokasi kegiatan, kami tetap menjalankan tanggung jawab sesuai area penugasan," jelasnya.
Program BRI Peduli Perkuat Keterlibatan Warga Lokal
Gerakan kebersihan di MotoGP Mandalika tahun ini juga mendapat dukungan dari program BRI Peduli "Yok Kita Gas", yang secara khusus berfokus pada pengelolaan dan pemilahan sampah di kawasan sirkuit. Program ini melibatkan tenaga kerja lokal dari Praya dan Lombok Timur, sekaligus membekali para relawan dengan pengetahuan soal pemilahan sampah dan keselamatan, kesehatan kerja, serta lingkungan (K3L).
Kolaborasi lintas pihak ini memperlihatkan bahwa penyelenggaraan acara bertaraf internasional tidak bisa berdiri sendiri. Bagi masyarakat lokal, kesempatan ini sekaligus menjadi ruang untuk belajar, berkontribusi, dan merasakan bahwa Mandalika bukan hanya milik para pembalap dunia, tetapi juga milik mereka.
Wajah Mandalika yang Sesungguhnya
Sorotan kamera mungkin selalu tertuju pada para pembalap yang melesat di aspal sirkuit. Namun di balik itu, volunteer lokal Mandalika membuktikan bahwa sebuah ajang dunia juga ditopang oleh kerja-kerja sederhana yang tak terlihat, menyapu, memilah sampah, dan memastikan setiap sudut kawasan tetap layak untuk menjamu tamu dari penjuru bumi.
(*)

