Lombok Tengah, KabarNTB - Bukan sekadar deru mesin dan persaingan di lintasan, MotoGP Mandalika 2026 hadir sebagai paket lengkap antara olahraga otomotif kelas dunia dan hiburan musik yang meriah. Grup band Ungu membuka rangkaian konser pada Jumat malam (9/10/26), memanaskan suasana kawasan Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, sekaligus mendorong roda perekonomian warga sekitar yang turut memanfaatkan gelombang pengunjung.
Ungu Ajak Ribuan Penonton Bernyanyi Bersama
Pasha dan kawan-kawan membawakan sederet lagu populer yang sudah akrab di telinga penonton. Satu per satu lagu dilantunkan, dan penonton pun larut ikut menyanyikan setiap bait. Penampilan band asal Jakarta itu menjadi bagian dari strategi penyelenggara Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang memadukan kompetisi balap dengan pengalaman wisata budaya, menjadikan Mandalika bukan sekadar sirkuit, melainkan panggung hiburan bertaraf internasional.
Konsep ini secara nyata memperluas daya tarik acara. Penonton tidak perlu menjadi penggemar berat motorsport untuk menikmati keseruan Mandalika selama akhir pekan balapan.
Panggung Berlanjut hingga Agnez Mo dan Tipe-X di Malam Puncak
Rangkaian hiburan tidak berhenti di satu malam. Pada Sabtu (10/10/26), giliran D'Masiv, Happy Asmara, dan Judika yang mengambil alih panggung, menawarkan warna musik yang beragam mulai dari pop rock hingga dangdut koplo. Puncaknya, Minggu malam (11/10/26), penyanyi internasional Agnez Mo bersama grup Tipe-X dijadwalkan menutup seluruh rangkaian MotoGP Mandalika 2026 dengan penampilan yang diantisipasi banyak penonton.
Keragaman nama dan genre yang tampil mencerminkan upaya penyelenggara menjangkau segmen penonton seluas mungkin, dari penggemar musik populer arus utama hingga pencinta ska dan reggae.
Peluang Ekonomi bagi Pelaku Usaha Lokal
Di balik gemerlap panggung, ada peluang ekonomi yang tengah dimanfaatkan pelaku usaha di sekitar kawasan Mandalika. Meningkatnya arus pengunjung selama akhir pekan balapan membuka ruang bagi pelaku kuliner, UMKM, jasa transportasi, dan usaha wisata untuk menjangkau konsumen dari berbagai penjuru Indonesia bahkan mancanegara.
Namun, manfaat itu tidak datang dengan sendirinya. Keterlibatan aktif usaha lokal dan kualitas pelayanan yang baik menjadi kunci agar keramaian acara benar-benar memberikan nilai tambah bagi masyarakat, bukan sekadar lalu lalang tanpa dampak yang dirasakan.
Mandalika dan Mimpi Pariwisata Olahraga NTB
Bagi Nusa Tenggara Barat secara keseluruhan, setiap penyelenggaraan MotoGP Mandalika adalah kesempatan memperkenalkan pesona Lombok kepada dunia. Tantangan sesungguhnya bukan hanya soal semarak selama tiga hari balapan, melainkan bagaimana menciptakan kesan yang cukup kuat untuk membuat wisatawan memilih kembali ke Lombok di luar musim balapan.
Keberhasilan Mandalika tidak semata diukur dari podium juara atau riuhnya panggung konser. Nilai jangka panjangnya terletak pada produk lokal yang semakin dikenal, peluang usaha yang terus tumbuh, dan manfaat ekonomi yang masih terasa jauh setelah suara mesin balap mereda.
(*)

