Mataram, KabarNTB - Suasana khidmat sekaligus meriah mewarnai peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu (28/10), di lingkungan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB. Dipimpin Sekretaris Daerah NTB, Abul Chair, peringatan tahun ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi panggung apresiasi nyata bagi pemuda-pemudi NTB berprestasi sekaligus pengingat bahwa masa depan bangsa sedang dibangun, bukan sekadar ditunggu.
Tema Tahun Ini: Patriotik, Gigih, dan Berempati
Upacara mengangkat tema "Patriotik, Gigih, Berempati, Pemuda untuk Indonesia", yang menegaskan bahwa karakter generasi muda tidak cukup hanya berani dan bersemangat. Kepedulian terhadap sesama menjadi dimensi yang sama pentingnya dalam membentuk pemuda ideal yang diharapkan berkontribusi bagi daerah dan bangsa.
Dalam amanat Menteri Pemuda dan Olahraga RI yang dibacakan pada upacara tersebut, ditegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak semata diukur dari pembangunan fisik, kecanggihan teknologi, atau melimpahnya sumber daya alam, melainkan juga dari kualitas manusia, karakter, serta kepedulian sosial.
"Patriotik yang mencintai Indonesia bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan pengabdian dan kenyataan. Gigih yang tidak menyerah ketika menghadapi kesulitan, tidak runtuh ketika mengalami kegagalan. Dan berempati yang tidak hanya memikirkan keberhasilan dirinya sendiri, tetapi juga merasakan kesulitan saudaranya," demikian bunyi amanat Menteri Pemuda dan Olahraga RI.
Amanat itu juga mengingatkan bahwa patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan makna, kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arah, dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya.
Penghargaan untuk Para Pemuda Pelopor
Puncak acara ditandai dengan penyerahan piala dan penghargaan kepada pemuda berprestasi, termasuk para pemenang Kejuaraan Futsal Piala Kepala Dinas Dikpora Provinsi NTB dan para Juara Pemuda Pelopor Desa Tingkat Provinsi NTB. Prosesi penyerahan penghargaan ini diiringi lagu Bagimu Negeri, menambah kedalaman makna di balik kemeriahan acara.
Salah satu penerima penghargaan Pemuda Pelopor Desa, Agustina, sarjana hukum asal Desa Tonggorisa, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, memaknai momentum ini sebagai dorongan bagi generasi muda untuk semakin produktif sekaligus tidak melupakan akar budayanya.
"Makna Sumpah Pemuda itu bagaimana pemuda-pemuda Indonesia bisa lebih berkarya, lebih menghormati budayanya sendiri, agar lebih dikenal baik di tingkat nasional maupun internasional," ungkap Agustina.
Ia juga berharap pendidikan di NTB terus mengalami kemajuan sehingga mampu melahirkan generasi yang berkualitas, berkarakter, dan punya ruang untuk berkontribusi bagi masyarakat luas.
Pemuda sebagai Tulang Punggung Negara
Pandangan senada disampaikan Muhammad Ihsan Tanjung, pemuda asal Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, yang merupakan alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Bagi Ihsan, Sumpah Pemuda memiliki arti strategis sebagai perekat yang menyatukan generasi muda dari beragam latar belakang untuk bersama membangun bangsa.
"Bagi saya, pemuda itu merupakan tulang punggung negara. Penting adanya Sumpah Pemuda untuk menyatukan semua pemuda untuk membangun negara," ujar Ihsan.
Ihsan juga menitipkan harapan agar sesama pemuda NTB saling menopang dan terus mengembangkan potensi diri.
"Harapan saya, pemuda-pemuda bisa lebih kuat lagi, saling menguatkan, tumbuh lebih tinggi dan tumbuh lebih baik, hingga akhirnya menghasilkan banyak hal positif," tambah Ihsan.
NTB Berharap Pemuda Terus Ambil Peran Aktif
Pemerintah Provinsi NTB melalui peringatan ini menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang pengembangan potensi bagi generasi muda, mulai dari pendidikan berkualitas hingga kesempatan berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah. Semangat Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928 diharapkan tidak berhenti pada upacara tahunan, tetapi benar-benar hidup dalam tindakan, prestasi, dan pengabdian nyata para pemuda NTB untuk Indonesia.
(*)

