
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, M.E., menyoroti pelaksanaan kebijakan Work From Home (WFH) di lingkungan Pemerintah Kota Bima.
Kota Bima, KabarNTB – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, M.E., menyoroti pelaksanaan kebijakan Work From Home (WFH) di lingkungan Pemerintah Kota Bima. Ia meminta evaluasi menyeluruh agar kebijakan tersebut tidak sekadar menjadi formalitas absensi, tetapi benar-benar berdampak pada produktivitas aparatur dan efisiensi anggaran daerah.
Pesan tersebut disampaikan Fakhrunraji saat menghadiri kegiatan Imtaq Pemerintah Kota Bima di Masjid HM Nur A. Latif, Jumat (9/10/2026). Kegiatan itu dihadiri staf ahli, para asisten, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala bagian, camat, serta lurah se-Kota Bima.
Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa penerapan WFH harus disertai indikator kinerja yang terukur. Setiap ASN yang menjalankan kebijakan tersebut harus mampu menunjukkan laporan dan hasil pekerjaan yang jelas.
Menurutnya, evaluasi diperlukan untuk mengukur efektivitas WFH, termasuk dampaknya terhadap penghematan bahan bakar, perjalanan dinas, dan penggunaan listrik di lingkungan pemerintah daerah.
Untuk itu, ia meminta Bagian Organisasi melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan WFH agar kebijakan tersebut memberikan manfaat nyata tanpa mengurangi produktivitas dan kualitas pelayanan publik.
WFH Harus Terukur, Bukan Sekadar Absensi
Penekanan Sekda terhadap evaluasi WFH menjadi bagian dari upaya mendorong tata kelola birokrasi yang lebih efektif dan akuntabel. Kebijakan kerja fleksibel, menurut arahannya, perlu diukur berdasarkan hasil kerja, bukan hanya kepatuhan administratif.
Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menilai apakah penerapan WFH telah berjalan sesuai tujuan efisiensi dan mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan.
Selain membahas disiplin dan kinerja ASN, Fakhrunraji juga menyampaikan rencana penambahan kegiatan senam bersama di halaman Kantor Wali Kota Bima, minimal satu kali dalam sebulan.
Kegiatan itu direncanakan melengkapi agenda Imtaq dan gotong royong yang telah berjalan, sekaligus memperkuat kebersamaan dan membangun ritme kerja yang positif di lingkungan Pemerintah Kota Bima.
Dalam kesempatan yang sama, Sekda mengapresiasi ASN yang konsisten mengikuti kegiatan Imtaq. Ia berharap semangat tersebut terus dipertahankan sebagai bagian dari pembentukan karakter aparatur yang berintegritas.
Ia juga mengimbau peserta laki-laki yang masih berada di luar masjid agar ke depan mengikuti kegiatan dari dalam masjid demi meningkatkan ketertiban dan keseriusan selama kegiatan berlangsung.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausyiah oleh Ustadz Dodi Kurniawan, S.H., yang mengangkat tema “Jangan Pernah Menyepelekan Ibadah.”
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap penguatan nilai keagamaan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kedisiplinan, tanggung jawab, dan komitmen ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Evaluasi WFH kini menjadi salah satu poin yang ditekankan Sekda dalam mendorong pelaksanaan tugas birokrasi yang lebih terukur, terutama dalam memastikan efisiensi kerja sejalan dengan tanggung jawab pelayanan publik.
(*)
