![]() |
| Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menerima delegasi media, influencer, dan agen perjalanan dari Uni Emirat Arab dalam suasana akrab di Mataram, Kamis (15/10/2026). |
Mataram, KabarNTB - Nusa Tenggara Barat membawa tawaran berbeda ke hadapan pelaku industri perjalanan Timur Tengah: bukan sekadar destinasi, melainkan pengalaman wisata berkualitas tinggi yang membuat tamu betah berlama-lama dan membelanjakan lebih banyak. Tawaran quality tourism itu disampaikan langsung oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat menerima delegasi media massa, influencer, dan agen perjalanan terkemuka dari Uni Emirat Arab di Mataram, Kamis (15/10/2026).
Bukan Kejar Jumlah, tapi Kejar Kualitas
Kunjungan delegasi UEA ke NTB merupakan bagian dari familiarization trip promosi pariwisata Indonesia yang digagas Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi. Forum ini menjadi panggung bagi NTB untuk memperkenalkan pesona Lombok dan Sumbawa secara langsung kepada para pemegang pengaruh di pasar kawasan Teluk.
Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal menegaskan bahwa NTB tidak sedang berlomba mencetak angka kunjungan sebesar-besarnya. Ia justru ingin membangun model pariwisata yang menghadirkan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat lokal melalui wisatawan yang tinggal lebih lama dan membelanjakan lebih banyak.
"Bali memang sangat sukses dengan mass tourism, namun NTB memilih fokus pada pariwisata berkualitas. Kami menyasar wisatawan keluarga yang mencari pengalaman berkesan, tinggal lebih lama, dan membelanjakan lebih banyak. Oleh karena itu, pasar dari negara-negara Teluk menjadi salah satu prioritas utama kami," ujar Miq Iqbal.
Lombok, Serpihan Surga dengan Beragam Lanskap
Di hadapan delegasi, Miq Iqbal menggambarkan Lombok sebagai serpihan surga yang jatuh ke bumi. Keunggulan NTB bukan hanya pada hamparan pantai dan wisata bahari, tetapi juga pada kekayaan lanskap yang bisa dinikmati dalam satu perjalanan: dari pesisir yang hangat, perbukitan yang sejuk, hingga panorama kaki Gunung Rinjani, semua dapat dicapai dalam tempo sekitar satu setengah jam perjalanan darat.
Keragaman alam itu, menurutnya, menjadi nilai lebih yang membedakan NTB dari destinasi lain, terutama bagi wisatawan yang mendambakan privasi, ketenangan, dan pengalaman autentik dalam satu paket perjalanan.
Seaplane Sipil Pertama di Indonesia Siap Mengudara
Untuk menjawab tantangan konektivitas antardestinasi, Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan layanan penerbangan berbasis perairan. Miq Iqbal mengungkapkan bahwa infrastruktur seaplane tengah dibangun di sejumlah titik strategis, termasuk Gili Trawangan dan Pulau Moyo.
"Insyaallah pada akhir tahun ini kita akan mulai mengoperasikan penerbangan seaplane sipil reguler pertama di Indonesia yang mendarat langsung di atas air. Kami sedang membangun dermaga-dermaga pendaratan di berbagai titik, seperti Gili Trawangan dan Pulau Moyo, sehingga wisatawan dari bandara bisa langsung terbang menuju pulau tujuan," ungkap Miq Iqbal.
Ramah Muslim dan Terbuka untuk Investasi Hijau
Kepada delegasi dari kawasan Teluk, NTB juga menawarkan keunggulan komparatif lain: mayoritas penduduknya Muslim, dengan tradisi keramahan dan kekayaan kuliner lokal yang dapat memperkaya pengalaman wisata. Aspek ini dinilai relevan bagi wisatawan dari UEA yang mencari destinasi yang nyaman secara budaya.
Di luar pariwisata, Miq Iqbal turut memaparkan peluang investasi energi baru terbarukan, termasuk panel surya terapung di sejumlah bendungan. Ia juga mengusulkan kolaborasi regional antara NTB, Bali, dan Nusa Tenggara Timur untuk mendorong kawasan wisata yang lebih ramah lingkungan.
"Sekarang bukan lagi zamannya bersaing, melainkan berkolaborasi. Bali, NTB, dan NTT telah berkomitmen mengintegrasikan promosi pariwisata. Bahkan NTB yang memiliki tingkat radiasi sinar matahari tertinggi siap menyuplai energi terbarukan ke Bali melalui kabel bawah laut guna mendukung kawasan green tourism," tandasnya.
Delegasi UEA Sambut Positif, NTB Kejar Jejaring Lebih Luas
Delegasi dari UEA merespons positif pemaparan tersebut. Salah satu perwakilan menilai Lombok memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan yang menginginkan destinasi dengan privasi, kenyamanan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Bagi NTB, fam trip ini bukan titik akhir, melainkan pintu masuk. Pengenalan destinasi perlu ditindaklanjuti dengan penguatan akses, peningkatan kualitas layanan, kesiapan pelaku usaha lokal, serta kemudahan wisatawan dalam merencanakan perjalanan. NTB ingin mengubah keindahan alamnya menjadi manfaat ekonomi yang benar-benar dirasakan masyarakat Lombok dan Sumbawa.
(*)

