![]() |
| Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB Sadimin bersama perwakilan BNPB RI membuka kegiatan Simulasi Penanggulangan Bencana di Mataram yang berlangsung selama empat hari, 19 hingga 22 Oktober 2026. |
Mataram, KabarNTB - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Simulasi Penanggulangan Bencana selama empat hari penuh, 19 hingga 22 Oktober 2026, sebagai bagian dari upaya serius memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami. Lebih dari sekadar latihan, kegiatan ini dirancang untuk menguji koordinasi nyata antarinstansi dan memastikan mekanisme penanganan darurat dapat berjalan efektif ketika bencana benar-benar melanda.
Kesiapsiagaan Tak Bisa Menunggu
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Sadimin, menegaskan bahwa wilayah NTB berada di kawasan dengan risiko bencana yang nyata dan tidak bisa dianggap remeh. Selain ancaman gempa bumi dan tsunami, keberadaan gunung api aktif di wilayah ini menambah kompleksitas tantangan kebencanaan yang harus diantisipasi secara menyeluruh oleh semua pihak.
"Simulasi ini merupakan langkah antisipasi kita di daerah dalam penanganan bencana gempa bumi dan tsunami. Ancaman bencana tidak dapat kita prediksi secara pasti, sehingga kesiapsiagaan harus terus diperkuat," ujar Sadimin.
Ia menekankan bahwa penanggulangan bencana bukan urusan BPBD semata. Seluruh pemangku kepentingan, mulai dari instansi pemerintah, lembaga terkait, hingga masyarakat luas, harus memiliki pemahaman dan kesiapan yang setara agar respons terhadap situasi darurat dapat berjalan cepat dan terkoordinasi.
Simulasi sebagai Ujian Sistem, Bukan Sekadar Seremonial
Perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Roswanto, S.Pd., M.M., menilai simulasi semacam ini merupakan instrumen krusial untuk mengetahui sejauh mana mekanisme kerja antarlembaga benar-benar siap dijalankan di lapangan.
"Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, meningkatkan pemahaman kebencanaan, serta memastikan prosedur mitigasi dan penanganan darurat dapat diterapkan secara efektif," terang Roswanto.
Roswanto menambahkan, sesi cross-sector dalam simulasi ini sekaligus membuka ruang evaluasi terhadap kualitas komunikasi dan koordinasi masing-masing unsur. Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi pijakan konkret untuk memperbaiki sistem penanggulangan bencana ke depan.
Aplikasi SIAGA NTB Dukung Sistem Peringatan Dini
Sebagai penguatan infrastruktur informasi kebencanaan, Pemprov NTB bersama Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB mengembangkan aplikasi SIAGA NTB. Platform digital ini berfungsi ganda: sebagai sistem peringatan dini untuk berbagai jenis bencana sekaligus kanal bagi warga untuk melaporkan kejadian bencana secara langsung dari lapangan.
Sadimin menjelaskan, setiap laporan yang masuk melalui aplikasi tersebut dapat dijadikan acuan untuk mengidentifikasi jenis bencana, menentukan langkah penanganan yang tepat, hingga menyusun tahapan pemulihan sesuai kondisi riil di lapangan.
"Simulasi ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman kita mengenai sistem dan tahapan penanganan bencana, termasuk mekanisme mitigasi yang harus dilakukan. Kita ingin seluruh pihak semakin siap ketika menghadapi situasi darurat," kata Kalak BPBD NTB itu.
Evaluasi Menyeluruh untuk NTB yang Tangguh
BNPB dan BPBD Provinsi NTB bersama-sama berkomitmen mendorong penguatan koordinasi lintas sektor dan pelaksanaan mitigasi bencana secara berkelanjutan. Sadimin berharap kegiatan simulasi ini tidak berakhir sebagai rutinitas formal, melainkan benar-benar mendorong perbaikan mekanisme kerja dan peningkatan kapasitas semua unsur yang terlibat.
"Mari kita bersama-sama mewujudkan NTB yang aman dan tangguh bencana," ajak Sadimin.
(*)

