![]() |
| Kepala Balai Monitor SFR dan Infradigi Kelas I Mataram, Hamzah, bersama Kepala Dinas Kominfotik Kota Bima dalam pertemuan koordinasi pengawasan spektrum frekuensi radio dan jaringan telekomunikasi. |
Kota Bima, KabarNTB - Lima titik lemah sinyal yang tersebar di dua kecamatan di Kota Bima menjadi perhatian serius dalam kunjungan kerja Tim Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon) dan Infrastruktur Digital (Infradigi) Kelas I Mataram ke kantor Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) setempat. Kunjungan ini menjadi langkah awal koordinasi bersama untuk mendorong pemerataan akses telekomunikasi bagi warga yang selama ini terisolasi dari layanan sinyal yang memadai.
Dua Kecamatan Masuk Peta Lemah Sinyal
Rombongan dari Balmon Mataram yang dipimpin langsung Kepala Balai, Hamzah, S.H., M.H., disambut oleh Kepala Dinas Kominfotik Kota Bima bersama Kepala Bidang Persandian dan Pejabat Fungsional Sandi. Dari hasil pemetaan awal yang dibahas dalam pertemuan tersebut, lima titik wilayah dengan keterbatasan sinyal teridentifikasi berada di Kecamatan Rasanae Timur dan Kecamatan Raba.
Tidak hanya berhenti pada pendataan, tim Balmon juga telah turun langsung melakukan monitoring di empat titik yang mengalami keterbatasan sinyal. Hasil pemantauan lapangan itu selanjutnya dijadikan bahan koordinasi sekaligus dasar pelaporan kepada pihak berwenang guna mempercepat penanganan.
Wali Kota Perhatikan Penuntasan Jaringan
Pemerintah Kota Bima melalui Wali Kota Bima menyatakan komitmennya untuk menuntaskan persoalan jaringan telekomunikasi di kelima titik tersebut. Langkah ini diharapkan membuka akses komunikasi dan informasi yang lebih layak bagi masyarakat di wilayah terdampak.
Di luar persoalan sinyal seluler, pertemuan juga menyinggung pengawasan penggunaan perangkat komunikasi Handy Talky (HT) serta kepatuhan penggunaan spektrum frekuensi radio sesuai ketentuan regulasi yang berlaku.
Momentum Perkenalan dan Penguatan Sinergi
Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang perkenalan Kepala Balmon SFR dan Infradigi Kelas I Mataram dengan jajaran pemerintah daerah di seluruh wilayah Kota dan Kabupaten Bima. Lebih dari sekadar formalitas, pertemuan tersebut dirancang untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam pengawasan serta pengendalian penggunaan spektrum frekuensi radio dan perangkat telekomunikasi secara menyeluruh.
Melalui kolaborasi yang terjalin, berbagai pihak berharap upaya pemerataan akses komunikasi di Kota Bima dapat terus dipercepat, terutama bagi warga di wilayah yang selama ini paling terdampak oleh keterbatasan layanan sinyal.
(*)

