![]() |
| Ilustrasi: Warga RW 04 Lingkungan Salama, Kelurahan Nae, Kota Bima, bergotong royong menata kawasan dalam program Kampung Branding Smartfren yang mengantarkan kelurahan ini ke podium nasional. (AI) |
Kota Bima, KabarNTB - Dari 41 kelurahan yang tersebar di Kota Bima, hanya satu yang berhasil mengharumkan nama daerah hingga ke panggung nasional: Kelurahan Nae. Melalui ajang Kampung Branding Smartfren Regional Bali Nusra Tahun 2026, kelurahan ini merebut peringkat pertama di tingkat regional sekaligus menduduki posisi kedua terbaik secara nasional, hanya selangkah di bawah Bandar Lampung.
Skor Jauh di Atas Pesaing
Pengumuman resmi disampaikan Tim Smartfren melalui pertemuan virtual pada Rabu, 30 September 2026. Kelurahan Nae membukukan skor 93,30, unggul telak atas dua pesaing regionalnya: Kota Kupang yang meraih 76,33 dan Kabupaten Tabanan dengan nilai 62,20. Selisih yang cukup lebar itu mencerminkan betapa seriusnya warga dan pemerintah kelurahan menggarap setiap aspek penilaian.
Bermula dari RW 04 Lingkungan Salama
Program Kampung Branding Smartfren di Kelurahan Nae bergulir sejak Agustus 2026, berpusat di RW 04 Lingkungan Salama. Inisiatif ini mewujud dalam bentuk sinergi antara perusahaan telekomunikasi tersebut dengan warga setempat untuk membangun kawasan yang lebih tertata dan punya identitas kuat.
Berbagai sentuhan fisik dikerjakan bersama-sama: pembangunan gapura, pengecatan mural, penataan pos kamling, hingga serangkaian kegiatan kemasyarakatan yang mempererat kebersamaan. Hasilnya bukan sekadar kawasan yang menarik secara visual, melainkan juga ruang yang memancarkan semangat gotong royong.
Lurah: Kolaborasi Tiga Pihak Jadi Kunci
"Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama yang membuktikan bahwa kemitraan antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat bisa memberikan manfaat nyata bagi pembangunan di tingkat kelurahan," ujar Fazhurrahman, S.STP., M.AP., Lurah Nae.
Ia menambahkan, kehadiran Smartfren lewat program ini turut mendorong terbentuknya citra positif wilayah sekaligus membangkitkan semangat warga dalam menata lingkungan mereka sendiri.
"Esensi dari Kampung Branding bukan semata pada keindahan kawasan, melainkan pada tumbuhnya kesadaran dan rasa tanggung jawab masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan," tegasnya.
Kampung Zero Waste dan Transformasi Kawasan
Prestasi ini tidak membuat Kelurahan Nae berpuas diri. Sejalan dengan capaian tersebut, kelurahan ini terus mengembangkan program Kampung Zero Waste, yang mendorong warga memilah sampah organik, anorganik, dan residu langsung dari rumah tangga sebelum diangkut. Program ini dirancang membangun kesadaran kolektif sekaligus menjawab tantangan kebersihan lingkungan secara jangka panjang.
Kawasan yang sebelumnya semarak dengan ornamen perayaan HUT Kemerdekaan RI kini perlahan bertransformasi mengusung identitas Kampung Smartfren. Upaya rebranding ini menjadi bagian dari komitmen menjaga keberlanjutan program sekaligus memperkuat karakter kawasan.
Harapan untuk Kemitraan yang Lebih Luas
Ke depan, Kelurahan Nae berharap kemitraan dengan Smartfren terus berkembang dan menyentuh lebih banyak aspek kehidupan warga, mulai dari lingkungan, pendidikan, pemberdayaan UMKM, kegiatan sosial, hingga pengembangan potensi lokal. Prestasi ini sekaligus mempertegas bahwa inovasi yang tumbuh dari bawah, dari lingkungan masyarakat sendiri, mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Bima.
(*)

