Bima, KabarNTB - Kebakaran melanda permukiman warga di Dusun Oi Lanco, Desa Karumbu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, pada Selasa (20/10/2026) siang. Empat unit rumah ludes atau mengalami kerusakan serius akibat si jago merah yang diduga dipicu korsleting listrik itu, dengan total kerugian material diperkirakan mencapai Rp452 juta. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Api Bermula dari Rumah Panggung, Angin Percepat Penyebaran
Kebakaran dilaporkan mulai berkobar sekitar pukul 11.30 WITA dari sebuah rumah panggung berbahan kayu jati milik H. Anwar H. Abdul Karim (71), seorang petani yang bermukim di RT 001 RW 001 dusun tersebut. Bangunan dengan 16 tiang itu habis terlalap api dan dinyatakan rusak berat.
Tiupan angin kencang yang bersamaan dengan kobaran api yang membesar menjadi faktor utama cepatnya perambatan api ke bangunan di sekitarnya. Rumah batu permanen milik Arif Rusman (42), tetangga H. Anwar, ikut mengalami kerusakan berat. Dua rumah lain turut terdampak, yakni milik Firman, S.Pd. (59), seorang guru, yang mengalami kerusakan ringan pada atap bagian timur, serta rumah panggung 12 tiang milik Jufrin H. Yasin (41) yang dilaporkan rata dengan tanah dan dinyatakan rusak berat.
Warga Berupaya Padamkan Api Secara Swadaya
Begitu api terdeteksi, warga sekitar langsung bergerak melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Namun upaya tersebut tidak cukup mengimbangi kecepatan kobaran api yang terus membesar. Mobil pemadam kebakaran Kecamatan Langgudu baru tiba di lokasi sekitar pukul 11.45 WITA dan langsung melakukan pemadaman terhadap sisa api yang masih berpotensi merembet. Proses pendinginan bangunan yang terbakar kemudian dilanjutkan hingga pukul 12.00 WITA untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. Situasi di lokasi kejadian dilaporkan kondusif pada pukul 13.30 WITA.
Kerugian Besar, Penyebab Pasti Masih Diselidiki
Keempat rumah yang terdampak berada dalam satu kawasan permukiman padat di RT 001 RW 001, sehingga jarak antarbangunan yang berdekatan memperparah dampak kebakaran. Total kerugian material dari peristiwa ini diperkirakan sekitar Rp452 juta, dan angka itu belum mencakup kerugian lain yang belum sempat terdata.
Dugaan penyebab awal mengarah pada korsleting listrik, meski pihak berwenang disebut perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Kondisi bangunan berbahan kayu yang mudah terbakar dinilai turut mempercepat meluasnya kebakaran.
Pendataan Korban Mendesak Dilakukan
Peristiwa ini menjadi perhatian serius mengingat besarnya kerugian yang dialami warga. Pemerintah Desa Karumbu bersama Pemerintah Kecamatan Langgudu diharapkan segera melakukan pendataan dan verifikasi menyeluruh terhadap seluruh korban terdampak, tingkat kerusakan bangunan, serta kebutuhan bantuan darurat yang diperlukan. Langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran susulan dan kondisi instalasi listrik di permukiman sekitarnya juga dinilai perlu segera ditangani demi menjamin keselamatan warga.
(*)

