![]() |
| Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menerima kunjungan silaturahmi Kepala OJK Provinsi NTB Rudi Sulistyo di ruang kerjanya, Mataram, Selasa (13/10/2026). |
Mataram, KabarNTB - Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa pembenahan Bank NTB Syariah harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penguatan tata kelola, pengawasan internal, hingga keamanan sistem digital, demi menjaga kepercayaan masyarakat dan mempertajam daya saing bank milik daerah itu di tengah persaingan industri keuangan yang kian ketat.
Arsitektur Digital sebagai Fondasi Keamanan
Penegasan tersebut disampaikan Miq Iqbal saat menerima kunjungan silaturahmi sekaligus pamitan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB Rudi Sulistyo, didampingi Sekretaris Daerah NTB Abul Chair, di ruang kerja Gubernur, Mataram, Selasa (13/10/2026). Rudi sendiri telah resmi melanjutkan penugasan ke OJK Pusat terhitung sejak 5 Oktober 2026.
Gubernur menilai Bank NTB Syariah membutuhkan arsitektur digital yang kuat dan terarah guna mengantisipasi ancaman siber yang semakin kompleks. Namun pembaruan teknologi saja tidak cukup karena harus berjalan seiring dengan tata kelola yang baik dan pengawasan yang efektif.
Transparansi Pengelolaan Dana Entitas Daerah
Gubernur Miq Iqbal juga menyoroti pentingnya pengelolaan dana pada entitas daerah secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah Provinsi NTB mendorong optimalisasi pemanfaatan layanan Bank NTB Syariah oleh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan aparatur sipil negara (ASN). Langkah itu diharapkan memperkuat peran bank daerah dalam menopang aktivitas ekonomi dan pelayanan publik di NTB.
Strategi Dana Murah untuk Perkuat Struktur Pendanaan
Dari sisi bisnis, Bank NTB Syariah didorong memperbesar penghimpunan dana murah melalui tabungan dan sumber-sumber dana berbiaya rendah lainnya. Strategi ini penting untuk mengurangi ketergantungan pada deposito yang umumnya menanggung biaya dana lebih tinggi, sekaligus memperkokoh struktur pendanaan bank dalam jangka panjang.
Apresiasi atas Sinergi OJK dan Pemerintah Daerah
Di penghujung pertemuan, Gubernur menyampaikan apresiasi atas kontribusi Rudi Sulistyo selama bertugas di NTB. Sinergi antara pemerintah daerah dan OJK dinilai menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Penguatan Bank NTB Syariah, demikian Gubernur, tidak akan bermakna tanpa konsistensi dalam penerapan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, dan pengelolaan risiko yang disiplin agar bank daerah itu semakin sehat, aman, dan tepercaya bagi masyarakat NTB.
(*)

