![]() |
| Gerai Bale Kita di area keberangkatan Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Praya, Lombok Tengah, Sabtu (10/10/2026). |
Praya, KabarNTB - Produk kerajinan UMKM Nusa Tenggara Barat kini bisa dijangkau langsung oleh para pelancong di titik paling strategis: ruang keberangkatan bandara. Gerai Bale Kita resmi beroperasi kembali di Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Praya, Sabtu (10/10/2026), membuka peluang baru bagi perajin lokal untuk memperkenalkan karya mereka kepada wisatawan domestik maupun mancanegara sebelum bertolak dari Lombok.
Kolaborasi Lintas Pihak di Balik Hadirnya Bale Kita
Gerai ini bukan lahir dari satu tangan. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Sinta Agathia M. Iqbal, menyebut kehadirannya sebagai buah kolaborasi antara Dekranasda NTB, pengelola BIZAM, serta para perajin dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia mengungkapkan rasa syukur atas terwujudnya momen tersebut.
"Bismillah, Bale KITA mulai hari ini hadir kembali di BIZAM-Praya, Departure Gate. Another mission accomplished," ungkap Sinta, yang akrab disapa Bunda Sinta.
Menurut Bunda Sinta, bandara adalah ruang yang tepat untuk memperkenalkan identitas dan keunggulan produk daerah. Pengunjung yang berada di area keberangkatan tidak hanya datang dari satu daerah, melainkan dari berbagai penjuru Indonesia bahkan luar negeri, sehingga potensi pasar yang terbuka jauh lebih luas dibandingkan gerai konvensional.
Ragam Produk Unggulan dari Lombok dan Sumbawa
Bale Kita menghadirkan beragam produk yang merepresentasikan kekayaan budaya dua pulau besar NTB. Pengunjung dapat menemukan kain tenun dan songket tradisional, busana dan aksesori berbahan tenun, kerajinan cukli, anyaman rotan, hingga suvenir dan produk berbahan alam. Masing-masing membawa karakter, motif, dan nilai budaya khas yang membedakan hasil karya perajin Lombok dari Sumbawa.
Lebih dari sekadar barang dagangan, setiap produk menyimpan cerita tentang tradisi dan keterampilan yang diwariskan turun-temurun. Keberadaan Bale Kita di BIZAM diharapkan menjadikan kerajinan lokal sebagai pilihan utama buah tangan wisatawan, sekaligus memperkuat daya saing pelaku UMKM di pasar yang lebih luas.
Kualitas Produk Jadi Kunci Keberlanjutan
Bunda Sinta menekankan bahwa perluasan akses pasar saja tidak cukup. Ia mendorong pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk, kreativitas desain, konsistensi mutu, dan kemampuan membaca kebutuhan konsumen, agar kerajinan NTB tidak hanya dikenal karena keunikan budayanya, tetapi juga mampu bersaing sebagai produk bernilai tambah yang diminati pasar luas.
"Kami berharap Bale Kita di BIZAM menjadi pintu yang semakin terbuka bagi produk kerajinan UMKM NTB untuk dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Semakin luas pasar yang dijangkau, semakin besar pula peluang bagi para perajin untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya," ujar Bunda Sinta.
Ia juga menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen membangun ekosistem pemasaran produk lokal yang berkelanjutan, dengan mempertemukan kreativitas perajin, dukungan pemerintah, dan akses pasar yang tepat sasaran.
"Pada akhirnya, yang ingin kita bangun bukan hanya tempat menjual produk, melainkan kesempatan agar karya perajin NTB semakin dihargai, usaha mereka semakin berkembang, dan kesejahteraan keluarga mereka semakin meningkat. Inilah ikhtiar kita bersama untuk mewujudkan NTB Makmur Mendunia," pungkas Bunda Sinta.
(*)

