
Sejumlah bangunan ruko dan lapak usaha di Jalan Hasanuddin, RW 01 Kelurahan Pane, Kota Bima, tampak berdiri di atas saluran drainase yang tertutup, memicu genangan dan keluhan warga setempat.
Kota Bima, KabarNTB - Keresahan warga di kawasan Jalan Hasanuddin, RW 01 Kelurahan Pane, Kota Bima, kian menguat setelah saluran drainase di sepanjang jalan itu ditutup oleh sejumlah pemilik ruko dan pelaku usaha. Kondisi ini sudah berlangsung hampir dua bulan dan belum mendapat respons serius dari pemerintah, baik di tingkat kelurahan maupun kota.
Dua Bulan Tanpa Penanganan
Warga mengaku sudah berulang kali menyampaikan keluhan atas penutupan drainase tersebut, namun tidak kunjung mendapat tindakan nyata. Yang lebih mengecewakan, laporan yang disampaikan langsung oleh pihak kelurahan pun disebut tak segera ditanggapi oleh instansi berwenang di atasnya. Situasi ini mencerminkan lemahnya koordinasi antarlevel pemerintahan dalam menangani persoalan lingkungan perkotaan yang sesungguhnya bisa diselesaikan secara cepat.
Wajah Kota Makin Semrawut
Penutupan saluran air itu dinilai warga turut memperburuk wajah pusat Kota Bima. Kawasan yang semestinya menjadi cerminan tata kota yang rapi justru terlihat semakin kumuh dan tidak teratur. Para pelaku usaha disebut menutup drainase secara sepihak, diduga untuk memperluas area usaha atau tempat parkir, tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap sistem pengairan lingkungan sekitar.
Unggahan Viral Picu Perhatian Publik
Keresahan ini pertama kali mencuat setelah seorang warga bernama Rafiuddin Al Jafar mengunggah keluhannya di akun Facebook pribadi pada Kamis, 10 September 2026. Dalam unggahan tersebut, ia secara tegas menyoroti sikap pemilik ruko dan pelaku usaha yang disebutnya bertindak semena-mena, sekaligus mengkritik pemerintah yang dianggap tidak serius menata kota.
"Sudah dua bulan warga resah akibat para pemilik ruko dan para pelaku usaha di Jalan Hasanuddin, RW 01 Pane, Kota Bima, semena-mena menutup saluran drainase. Wajah pusat Kota Bima makin kumuh, makin semrawut, dan pemerintah tidak serius menata kota ini. Jangankan laporan kami, laporan oleh pihak pemerintah kelurahan saja tidak lekas ditanggapi," tulis Rafiuddin Al Jafar dalam unggahannya yang kemudian ramai diperbincangkan.
Belum Ada Konfirmasi Resmi
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kota Bima maupun Dinas Pekerjaan Umum yang berwenang atas pengelolaan drainase perkotaan belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan tersebut. Redaksi juga belum berhasil memperoleh konfirmasi dari pihak pengelola kelurahan maupun pemilik ruko yang disebut dalam unggahan itu. Klaim yang beredar di media sosial ini belum dapat diverifikasi secara independen oleh redaksi.
(*)
