![]() |
| Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menerima apresiasi dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 di Jakarta. |
Jakarta, KabarNTB - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat prestasi di tingkat nasional setelah Kementerian Dalam Negeri memberikan tiga penghargaan sekaligus kepada NTB dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Maluku dan Nusa Tenggara, yang berlangsung di Jakarta pada Kamis, 17 Juli 2026. NTB dinobatkan sebagai Terbaik 1 dalam kategori Implementasi Program Pembangunan 3 Juta Rumah, serta meraih Terbaik 2 untuk kategori Akses dan Pelayanan Pendidikan maupun Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri.
Kebijakan Solid Jadi Kunci Penilaian
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyebut tiga penghargaan itu bukan sekadar trofi, melainkan cerminan dari arah kebijakan daerah yang berpihak pada kebutuhan dasar warga. Ia menegaskan bahwa penilaian Kemendagri bertumpu pada kualitas kebijakan yang dirancang, bukan semata hasil akhir di lapangan.
"Alhamdulillah, kali ini NTB mendapatkan tiga apresiasi. Satu apresiasi juara pertama, yaitu di bidang pencapaian 3 juta rumah," ujar Gubernur.
"Semua penilaian ini masih berdasarkan kebijakan. Artinya, dalam tiga isu tadi, NTB dipandang memiliki kebijakan yang solid dan keberpihakan yang jelas," kata Miq Iqbal, sapaan akrab gubernur tersebut.
Rp9 Miliar Mengalir untuk Tiga Sektor Prioritas
Selain piagam penghargaan, Kemendagri juga mengucurkan dukungan anggaran senilai total Rp9 miliar bagi NTB. Alokasi terbesar, yakni Rp6 miliar, diperuntukkan bagi program bedah rumah sebanyak 300 unit. Sementara masing-masing Rp1,5 miliar diarahkan untuk peningkatan fasilitas kesehatan dan pendidikan, serta pengelolaan sampah dan lingkungan.
Program bedah rumah itu diprioritaskan untuk warga di desa-desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem. Bagi Pemprov NTB, kondisi hunian dipandang sebagai salah satu akar persoalan kemiskinan yang perlu ditangani secara langsung.
"Memang kami mengalokasikan cukup banyak untuk bedah rumah, khususnya di desa-desa kemiskinan ekstrem. Karena salah satu persoalan yang menyebabkan tingginya kemiskinan ekstrem itu adalah persoalan rumah. Karena itu yang menjadi sasaran kami," jelasnya.
Guru Terbaik Dikirim ke Pelosok, Insentif Menanti
Di sektor pendidikan, Pemprov NTB mendorong pembenahan tata kelola SMA, SMK, dan SLB melalui pengembangan sekolah tematik berbasis potensi lokal. Selain itu, pemerintah daerah menyiapkan kebijakan golden ticket, sebuah skema yang mendorong kepala sekolah berkinerja tinggi untuk bertugas di wilayah terpencil dengan iming-iming insentif tambahan.
"Kita berikan kepada kepala sekolah-kepala sekolah yang terbaik, kita letakkan di daerah-daerah yang pelosok, tetapi mereka diberikan insentif tambahan. Ini bagian dari upaya kita untuk memeratakan kualitas pendidikan antara kota dengan di pelosok," kata Miq Iqbal.
Penghargaan Bukan Tujuan Akhir
Miq Iqbal menegaskan bahwa pengakuan dari pemerintah pusat harus diterjemahkan menjadi perubahan nyata yang dirasakan masyarakat. Ketiga penghargaan itu ia kaitkan langsung dengan tiga pilar pembangunan NTB, yaitu pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan NTB sebagai destinasi wisata kelas dunia. Program Desa Berdaya yang menyasar desa-desa dengan kemiskinan ekstrem menjadi salah satu instrumen utamanya.
"Targetnya adalah kita ingin supaya kebijakan ini betul-betul menghasilkan hasil-hasil yang konkret seperti yang ditargetkan dari sejak awal," ujarnya.
"Ini hanya refleksi dari visi-visi Presiden juga yang kami bawa ke level daerah," imbuh Miq Iqbal.
Mendagri Tito Tegaskan Standar Layanan Wajib Dipenuhi
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa penilaian dalam ajang ini berfokus pada pemenuhan standar pelayanan minimal di bidang pendidikan, kesehatan, dan perumahan, ditambah satu aspek yang menjadi program unggulan Presiden, yakni penanganan sampah dan Indonesia Asri.
"Itu hal yang wajib dilakukan. Ditambah dengan satu lagi, yaitu penanganan sampah dan Indonesia Asri yang menjadi program unggulan Bapak Presiden," ujar Tito.
Kabupaten dan Kota NTB Ikut Berprestasi
Apresiasi Kemendagri kali ini tidak hanya hinggap di level provinsi. Sejumlah daerah di NTB turut meraih penghargaan pada berbagai kategori, antara lain Kabupaten Sumbawa Barat, Kota Mataram, Kota Bima, dan Kabupaten Lombok Utara. Keempatnya mendapat pengakuan dalam bidang pelayanan kesehatan, pendidikan, program pembangunan 3 juta rumah, serta pengelolaan sampah dan lingkungan asri. Capaian ini menunjukkan bahwa semangat perbaikan layanan dasar telah mengakar hingga ke pemerintahan kabupaten dan kota di seluruh NTB.
(*)

