
Gedung TK PAUD Maju Sejahtera di Desa Ntonggu, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, menjadi sorotan setelah muncul dugaan penyimpangan dalam proyek revitalisasi senilai Rp1,2 miliar.
Bima, KabarNTB - Proyek revitalisasi TK PAUD Maju Sejahtera di Desa Ntonggu, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, senilai sekitar Rp1,2 miliar kini disorot. Seorang aktivis yang mengaku telah melakukan investigasi lapangan menuding adanya sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan proyek tersebut, mulai dari dugaan mark-up material hingga minimnya transparansi pengelolaan anggaran oleh pihak sekolah.
Investigasi Lapangan Ungkap Kejanggalan Harga Material
Ahmad Erik, SH, yang menyebut dirinya melakukan penelusuran langsung ke lapangan, menemukan ketidaksesuaian antara harga material yang tercantum dalam nota belanja proyek dengan harga riil di pasaran. Ia bahkan mengecek langsung ke sejumlah toko pemasok bahan bangunan yang disebut menjadi rekanan proyek tersebut.
"Ada beberapa bahan bangunan yang tidak sesuai SOP dan bahkan harga yang dicantumkan dalam nota belanja itu tidak sesuai dengan harga lapangan," ujar Ahmad Erik.
Selain soal harga, Ahmad Erik juga menyoroti kondisi fisik bangunan yang disebutnya tidak mencerminkan nilai anggaran yang digelontorkan. Realisasi pekerjaan di lapangan dinilai jauh dari wajar jika dibandingkan besaran dana yang tercatat.
Pengelola Disebut Tak Transparan soal Anggaran
Poin lain yang dipersoalkan adalah sikap pengelola sekolah yang disebut tidak pernah membuka informasi anggaran kepada pihak luar. Padahal, menurut Ahmad Erik, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik mewajibkan satuan pendidikan penerima dana publik untuk bersikap transparan dan akuntabel sejak tahap perencanaan hingga pelaporan.
"Nurjana, S.Pd selaku pengelola TK PAUD tidak pernah memberikan transparansi anggaran proyek revitalisasi tersebut, padahal regulasi sudah jelas mengatur kewajiban itu," tegasnya.
Desak Audit Menyeluruh
Atas temuan-temuan tersebut, Ahmad Erik mendesak aparat pengawas maupun penegak hukum untuk segera mengaudit penggunaan anggaran proyek revitalisasi ini secara menyeluruh.
"Kami menilai penggunaan anggaran tersebut perlu diaudit karena terdapat sejumlah indikasi yang perlu ditelusuri lebih lanjut, mulai dari dugaan mark-up material hingga proses pengadaan yang tidak transparan, baik dalam sektor pekerjaan maupun pembelanjaan," tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola TK PAUD Maju Sejahtera, Nurjana, S.Pd, belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan tersebut. Redaksi juga belum dapat memverifikasi secara independen seluruh klaim yang disampaikan Ahmad Erik. Konfirmasi dari pihak sekolah, dinas pendidikan terkait, maupun instansi pengawas akan terus diupayakan untuk melengkapi pemberitaan ini.
(*)
