
Mesin ATM BNI yang berlokasi di kawasan Rumah Sakit Ranggo Kota Bima menjadi sorotan setelah seorang warga melaporkan gangguan penarikan tunai melalui media sosial.
Kota Bima, KabarNTB - Keluhan terhadap mesin ATM BNI di RS Ranggo Kota Bima kembali ramai diperbincangkan setelah seorang warga melaporkan gangguan serius lewat unggahan di media sosial Facebook, Kamis (17/9/2026). Dalam unggahan yang beredar itu, mesin ATM disebut dalam kondisi terbuka namun uang yang hendak ditarik tidak keluar, sehingga berpotensi merugikan nasabah yang bergantung pada layanan tersebut.
Unggahan Warga Soal Gangguan ATM Jadi Perbincangan
Unggahan yang menjadi perbincangan itu berasal dari akun Facebook atas nama Rafidin Bima. Ia mengaku mendapati kondisi ATM BNI di kawasan rumah sakit tersebut mengalami gangguan saat hendak digunakan untuk penarikan tunai. Yang membuat keluhannya kian ramai direspons, mesin dilaporkan dalam keadaan terbuka namun tidak mengeluarkan uang.
"Lagi-lagi. Mesin ATM BNI yang ada di RS Ranggo Kota Bima gak bisa keluar uang. Parahnya, saat mesin tersebut terbuka tapi uangnya gak keluar," tulis Rafidin dalam unggahannya.
Kata "lagi-lagi" dalam unggahan itu mengisyaratkan bahwa gangguan serupa bukan terjadi untuk pertama kalinya di lokasi yang sama, meski redaksi belum dapat memverifikasi insiden sebelumnya secara independen.
Warga Minta Respons Cepat dan Minta Nasabah Beralih ke ATM Lain
Rafidin juga mempertanyakan kecepatan respons BNI Cabang Bima dalam menangani persoalan layanan semacam ini. Menurutnya, gangguan pada mesin ATM yang tidak segera ditindaklanjuti dapat menyulitkan dan merugikan nasabah, khususnya mereka yang sedang berada di sekitar kawasan rumah sakit dan membutuhkan akses tunai segera.
Sebagai langkah antisipasi, ia mengimbau warga agar tidak tergantung pada satu mesin dan lebih teliti sebelum bertransaksi.
"Bagi rakyat Bima agar lebih pasti tarik uang melalui banking terdekat," imbuhnya.
Desak Evaluasi Pimpinan BNI Cabang Bima
Tidak berhenti pada kritik layanan, Rafidin dalam unggahannya bahkan meminta adanya evaluasi terhadap jajaran pimpinan kantor cabang. Ia menilai persoalan layanan yang berlarut dapat memberi dampak negatif bagi citra bank maupun kepercayaan nasabah secara lebih luas.
"Rafidin meminta ganti Kepala BNI Cabang Bima dan Kepala Bagian Operasional Pelayanan, sebab membawa dampak negatif bagi Bank BNI juga nasabah BNI," demikian bunyi keluhan tersebut.
Perlu dicatat bahwa tuntutan pergantian pejabat dalam unggahan itu merupakan pendapat pribadi dari pemilik akun dan bukan rekomendasi resmi dari pihak mana pun. Redaksi tidak dapat memverifikasi seluruh klaim yang termuat dalam unggahan tersebut secara independen.
BNI Cabang Bima Belum Beri Keterangan Resmi
Hingga berita ini diterbitkan, BNI Cabang Bima belum memberikan keterangan resmi maupun penjelasan mengenai gangguan mesin ATM di RS Ranggo, termasuk langkah penanganan yang tengah atau akan dilakukan. Redaksi akan memperbarui pemberitaan ini apabila telah ada respons dari pihak bank.
(*)
