![]() |
| Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal berfoto bersama Kafilah Provinsi NTB dalam acara pelepasan menuju MTQ Nasional 2026 di Pendopo Gubernur NTB, Rabu (9/9/2026). |
Mataram, KabarNTB - Sebanyak 80 orang yang tergabung dalam Kafilah Provinsi NTB resmi dilepas Gubernur Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal untuk bertarung di MTQ Nasional 2026 yang digelar di Kota Semarang, Jawa Tengah, 11-20 September 2026. Dalam upacara pelepasan di Pendopo Gubernur NTB, Rabu (9/9/2026), Iqbal menekankan satu pesan utama: niat syiar harus mengungguli hasrat meraih juara.
Syiar, Bukan Sekadar Gelar Juara
Di hadapan para peserta, pelatih, dan official yang hadir, Gubernur Iqbal menyampaikan pesan yang melampaui urusan podium dan trofi. Baginya, keikutsertaan dalam festival Al-Qur'an terbesar di Indonesia itu pertama-tama adalah urusan hati dan niat.
"InsyaAllah, saya minta kepada ananda sekalian untuk meluruskan niat. Niat kita bukan untuk mencari bonus, penghargaan, atau juara. Niat kita adalah syiar, untuk mengangkat kalimat Allah," pesan Gubernur Iqbal kepada seluruh kafilah.
Soal prestasi, ia tak melarang peserta bermimpi menjadi juara. Namun posisi kemenangan itu, tegasnya, hanyalah konsekuensi dari kesungguhan berlatih dan ketulusan niat, bukan tujuan utama yang dikejar.
"Kalau nanti ada yang juara, itu bonus, bentuk apresiasi dari perjuangan dan latihan. Niatkan untuk syiar dan belajar. Kalian akan bertemu dengan qari, qariah, hafiz dan hafizah dalam Festival Al-Qur'an terbesar. Ini niatnya syiar dan belajar," ujarnya.
Membangkitkan Kejayaan NTB Era 1970-an
Gubernur Iqbal menyuntikkan semangat historis kepada kafilah dengan mengingatkan era keemasan NTB di pentas MTQ nasional. Ia ingin generasi Qur'ani saat ini mewarisi ketangguhan yang pernah membuat daerah-daerah lain segan berhadapan dengan NTB.
"Kita ingin menunjukkan bahwa kajian dan pengembangan Al-Qur'an masih hidup di NTB. Kita angkat kembali kenangan lama tahun 70-an, ketika orang melihat NTB dan merasa gentar kalau datang," katanya.
Kepada para qari dan qariah senior, ia secara khusus berpesan agar tampil optimal seraya menjaga nama baik daerah.
"Lakukan yang terbaik. Jaga kehormatan NTB. Kita ingin menunjukkan bahwa kajian dan pengembangan Al-Qur'an masih hidup di NTB," tegasnya.
Pembinaan Sebulan Lebih, Tiga Dewan Hakim dari NTB
Ketua Panitia sekaligus Training Center Kafilah NTB, Abdul Aziz Fahmi, memaparkan kesiapan teknis rombongan. NTB akan turun di seluruh cabang dan golongan yang diperlombakan, yakni 8 cabang dan 24 golongan. Rombongan terdiri dari 56 peserta, dua pendamping peserta disabilitas netra, 10 pelatih, dan 12 official.
Selain mengirim peserta, NTB juga mendapat pengakuan di level penyelenggaraan. Kementerian Agama menetapkan tiga orang asal NTB sebagai Dewan Hakim MTQ Nasional, sebuah kepercayaan yang menegaskan reputasi keilmuan Al-Qur'an dari provinsi ini.
Pembinaan intensif telah berjalan lebih dari sebulan melalui sesi tatap muka maupun daring, dan seluruh peserta mengikuti proses tersebut penuh. Gubernur Iqbal mengapresiasi kerja keras Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) NTB bersama tim pelatih, sekaligus menyiratkan harapan agar durasi pembinaan bisa lebih panjang ke depan, meski keterbatasan anggaran menjadi tantangan nyata.
"Anak-anak kita sudah bisa mengalami pemusatan pelatihan dalam waktu yang cukup panjang. Harapan kita tentu lebih panjang dan lebih intens dari ini. Tetapi karena fiskal kita sangat kecil, alhamdulillah kita masih bisa hadir," ungkap Gubernur Iqbal.
Pulang dari Semarang, Langsung Siapkan MTQ Berikutnya
Gubernur Iqbal menutup arahannya dengan pesan tentang kesinambungan. Ia menegaskan bahwa MTQ Nasional di Semarang bukan titik akhir, melainkan batu loncatan untuk siklus pembinaan berikutnya. Kaderisasi generasi Qur'ani NTB harus berjalan tanpa jeda.
"Sepulang dari MTQ, latihan tidak selesai. Pulangnya kita langsung siapkan MTQ yang akan datang. Kaderisasi harus berjalan dengan baik," pesannya.
Kepada seluruh anggota kafilah, ia juga berpesan menjaga kondisi tubuh agar penampilan di Semarang benar-benar maksimal.
"Jaga betul kesehatan. Maksimal secara fisik, maksimal hafalannya, dan maksimal penampilannya. InsyaAllah," kata Gubernur.
Kafilah NTB dijadwalkan bertolak menuju Semarang pada 11 September 2026. Pembukaan MTQ Nasional XXXI direncanakan berlangsung sehari setelahnya, 12 September 2026, dan diharapkan dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
(*)

