![]() |
| Tim Reaksi Cepat Infrastruktur Pemprov NTB mengerjakan perbaikan ruas jalan dan drainase di akses utama menuju RSUD Sering, Kabupaten Sumbawa, yang kerap tergenang saat musim hujan. |
Mataram, KabarNTB - Ruas jalan di depan RSUD Sering, Kabupaten Sumbawa, akhirnya mendapat penanganan serius. Tim Reaksi Cepat (TRC) Infrastruktur Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat turun tangan memperbaiki akses utama menuju rumah sakit daerah itu sejak 27 Juli 2026, dengan kucuran anggaran sekitar Rp1 miliar untuk menuntaskan kerusakan jalan sepanjang hampir dua kilometer yang bertahun-tahun menjadi momok bagi warga, terutama di musim hujan.
Cekungan Jalan Jadi Biang Masalah
Kepala Dinas PUPRPKP Provinsi NTB, Lalu Kusuma Wijaya, menyebut kondisi geometri jalan sebagai akar persoalan. Ruas tersebut berbentuk cekungan sehingga air hujan mudah menggenang dan tidak punya jalan keluar yang memadai. Genangan yang bertahan lama perlahan meresap ke lapisan perkerasan, menggerus aspal dari dalam, dan memperpendek usia jalan jauh sebelum waktunya.
"Pekerjaan telah dimulai dengan penghamparan LPA dan akan dilanjutkan dengan pembenahan drainase agar penanganannya lebih optimal."
Kondisi itu tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga menghambat aliran air dari kawasan rumah sakit sehingga genangan kerap meluas hingga ke lingkungan sekitar fasilitas kesehatan tersebut.
Tiga Pekerjaan Sekaligus: LPA, Leveling, dan Drainase
TRC Infrastruktur mengerjakan tiga hal sekaligus: penghamparan lapis pondasi agregat (LPA) sebagai fondasi baru, peninggian atau leveling badan jalan sebelum pengaspalan ulang, serta pembenahan saluran drainase di sepanjang ruas itu. Pendekatan terpadu ini sengaja dipilih karena memperbaiki aspal saja tanpa menyelesaikan masalah air dinilai tidak akan bertahan lama.
"Harapannya, genangan yang selama ini terjadi dapat berkurang secara signifikan sehingga akses menuju rumah sakit menjadi lebih aman dan nyaman, terutama pada musim hujan."
Akses Layanan Kesehatan Jadi Prioritas
Perbaikan ruas jalan menuju RSUD Sering masuk dalam skema penanganan cepat Pemprov NTB yang memprioritaskan infrastruktur berdampak langsung pada pelayanan publik. Kusuma menjelaskan, besaran anggaran sekitar Rp1 miliar telah disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan volume pekerjaan yang dibutuhkan di lapangan. Setelah perbaikan rampung, akses pasien dan keluarga yang hendak mendatangi rumah sakit diharapkan tidak lagi terganggu oleh jalan berlubang atau genangan air yang kerap membahayakan pengguna jalan.
(*)

