![]() |
| Wali Kota Bima H. A. Rahman didampingi Wakil Wali Kota melantik dan mengambil sumpah jabatan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Bima di Aula Maja Labo Dahu, Rabu (1/7/2026). |
Kota Bima, KabarNTB - Bukan jabatan yang membuat seseorang dihormati, melainkan kualitas pelayanan dan pengabdian yang ditinggalkan. Pesan itulah yang menjadi inti sambutan Wali Kota Bima H. A. Rahman saat melantik dan mengambil sumpah sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bima, dalam prosesi yang berlangsung di Aula Maja Labo Dahu, Rabu (1/7/2026), dihadiri Sekda, para asisten, staf ahli, seluruh kepala OPD, kepala bagian, camat, hingga lurah se-Kota Bima.
Jabatan adalah Ujian, Bukan Penghargaan
Wali Kota menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni administratif, melainkan penyerahan amanah yang harus dipikul dengan penuh tanggung jawab.
"Semakin tinggi jabatan, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul, bukan hanya kepada pemerintah dan masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT," tegas Wali Kota.
Ia mengingatkan para pejabat baru agar tidak menyalahgunakan kewenangan, dan menjadikan jabatan sebagai peluang memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat. Masyarakat, katanya, tidak akan mengingat berapa lama seseorang menduduki kursi jabatan, tetapi akan selalu mengingat kualitas pelayanan dan pengabdian yang pernah diberikan.
Karier ASN adalah Maraton, Bukan Lari Cepat
Wali Kota juga menyempatkan diri memberi motivasi kepada ASN yang belum mendapat kesempatan promosi jabatan, mengajak mereka tetap menjaga semangat dan profesionalisme.
Menurutnya, perjalanan karier seorang ASN bukan perlombaan lari cepat, melainkan maraton panjang yang menuntut kesabaran, konsistensi, dan dedikasi. Promosi jabatan, tegasnya, bukan satu-satunya ukuran keberhasilan — yang paling penting adalah tetap memberikan pelayanan terbaik di mana pun ditempatkan.
Ia juga mengingatkan agar pejabat yang baru dilantik tidak merasa lebih unggul, sementara yang belum mendapat promosi tidak perlu merasa kurang dihargai. Keberhasilan pemerintahan, katanya, adalah buah kerja kolektif semua ASN, bukan capaian individual.
Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Tantangan Fiskal
Dalam kesempatan itu, Wali Kota turut menyoroti berbagai tantangan yang menghadang Pemkot Bima: keterbatasan ruang fiskal, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), peningkatan investasi, penguatan tata kelola, hingga tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik yang terus meninggi.
Untuk menghadapi itu semua, ia mengajak seluruh ASN mempererat budaya kolaborasi, saling mendukung, dan bekerja sinergis demi pemerintahan yang lebih efektif.
Menutup arahannya, Wali Kota berpesan agar kepercayaan yang telah diberikan senantiasa dijaga dengan baik, karena kepercayaan adalah aset yang sulit dibangun namun mudah runtuh.
"Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah dan menguatkan ikhtiar kita dalam membangun Kota Bima yang lebih sejahtera," pungkasnya.
(*)

