
Deskripsi Foto: Rapat Koordinasi Teknis Pendidikan dan Pelatihan Vokasi digelar di Aula Rapat Bappeda Kota Bima, membahas langkah strategis penguatan sumber daya manusia terampil, Selasa (7/7/2026).
Kota Bima, KabarNTB - Angka pengangguran terbuka di Kota Bima menjadi salah satu pekerjaan rumah yang coba dijawab lewat penguatan pendidikan vokasi. Bertempat di Aula Rapat Bappeda Kota Bima, Selasa (7/7/2026), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB menggelar Rapat Koordinasi Teknis Pendidikan dan Pelatihan Vokasi, sebagai bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 sekaligus mendukung program unggulan RPJMD NTB 2025–2029, "NTB Terampil dan Tangkas".
Sertifikasi Kompetensi Jadi Kunci Tekan Pengangguran
Kegiatan yang dibuka Sekretaris Bappeda Kota Bima, Ririn Kurniawati, ini menegaskan bahwa penguatan pendidikan vokasi menjadi langkah strategis menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing. Menurutnya, pendidikan vokasi harus memberi arah jelas terhadap kebutuhan dunia kerja, sehingga mampu berkontribusi pada indikator makro pembangunan daerah lewat penciptaan tenaga kerja terampil bersertifikat.
Rapat ini turut dihadiri jajaran Bappeda Provinsi NTB, di antaranya Kepala Bidang P2M Heri Agustiani, Ketua Tim Ketenagakerjaan Imelda, Ketua Tim Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Arhan, serta Kepala Bidang Disnaker Provinsi NTB I Wayan Sunante. Diskusi teknis yang dipandu Imelda ini juga melibatkan Dinas Tenaga Kerja, Dinas Dikpora, Bappeda Kabupaten Bima, Balai Latihan Kerja (BLK), Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), hingga perwakilan sejumlah SMK di Kota dan Kabupaten Bima.
Jadi Bahan Perencanaan Pembangunan 2027
Dalam arahannya, Heri Agustiani menyebut rapat koordinasi ini menjadi momentum penting merumuskan solusi dan langkah strategis yang akan dituangkan dalam perencanaan pembangunan tahun 2027. Ia berharap sinergi lintas sektor ini dapat mendongkrak capaian target indikator makro daerah, khususnya di bidang pendidikan dan pelatihan vokasi.
BLK Modern Bumi Pergasu Lampe Jadi Program Prioritas
Sekretaris Bappeda Kota Bima, Ririn Kurniawaty, memaparkan sejumlah komitmen Pemkot Bima dalam mendukung pengembangan vokasi pada 2027, salah satunya pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Modern di kawasan Bumi Pergasu Lampe, lengkap dengan pengalokasian anggaran untuk berbagai program pendidikan dan pelatihan.
TKDV Belum Terbentuk, Kompetensi Belum Selaras Pasar Kerja
Meski demikian, sejumlah tantangan masih membayangi pemenuhan tenaga kerja bersertifikat di Kota Bima. Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) Kota Bima diketahui belum terbentuk, sementara kompetensi tenaga kerja yang sudah bersertifikat belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan pasar kerja. Karena itu, Pemkot Bima berencana melakukan analisis kebutuhan pasar kerja sebagai dasar penyusunan program peningkatan kompetensi yang lebih relevan dengan dunia usaha dan industri.
Perhatian pada Kesetaraan dan Inklusi Sosial
Aspek kesetaraan dan inklusi lewat pendekatan GEDSI (Gender Equality, Disability and Social Inclusion) turut menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan ini. Pemkot Bima diketahui secara konsisten mengalokasikan anggaran perlindungan sosial lewat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan penyandang disabilitas. Namun, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, dukungan pembiayaan terhadap pendidikan dan pelatihan vokasi masih memerlukan penguatan agar bisa menjangkau seluruh kebutuhan secara optimal.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan tercipta sinergi yang semakin kuat antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dunia pendidikan, lembaga pelatihan, serta dunia usaha dan industri, demi mewujudkan sistem pendidikan vokasi yang adaptif dan mampu menghasilkan tenaga kerja kompeten serta siap menghadapi kebutuhan pasar kerja di masa depan.
(*)
