![]() |
| Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri menghadiri Tasyakuran Hari Koperasi Nasional ke-79 tingkat Provinsi NTB di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, Jumat (31/7/2026). |
Mataram, KabarNTB - Di tengah semarak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan tekadnya menjadikan koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi tradisional, melainkan pilar modern yang mampu menggerakkan kesejahteraan masyarakat dari tingkat desa hingga kelurahan melalui Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Momentum Berbenah, Bukan Sekadar Seremoni
Tasyakuran Harkopnas ke-79 tingkat Provinsi NTB yang digelar di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, Jumat (31/7/2026), bukan sekadar acara seremonial. Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, menegaskan bahwa peringatan ini harus menjadi titik tolak pembenahan nyata bagi seluruh ekosistem perkoperasian di NTB.
"Koperasi yang kita miliki saat ini kondisinya beragam. Ada yang berkembang dengan baik, ada yang membutuhkan penguatan tata kelola, dan ada pula yang memerlukan pembinaan lebih intensif agar kembali sehat dan produktif."
Wagub Indah menilai laju perkembangan teknologi dan membaiknya infrastruktur digital seharusnya menjadi bahan bakar transformasi koperasi, bukan sekadar dilewatkan begitu saja. Peningkatan kompetensi pengurus, penguatan manajemen, hingga pelatihan pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pun disebutnya sebagai agenda yang tidak bisa ditunda.
Keunggulan NTB: Modal Lahan Jadi Nilai Lebih
Dalam konteks Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai program strategis nasional, Wagub Indah meyakini NTB berada di posisi yang menguntungkan. Kesiapan data koperasi yang relatif solid ditambah potensi aset dan lahan yang masih luas menjadi keunggulan komparatif yang tidak dimiliki semua daerah.
"Ketersediaan lahan menjadi tantangan di sejumlah daerah. Di NTB, potensi tersebut menjadi keunggulan yang dapat mendukung pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara lebih optimal."
Wagub juga menyoroti peran konkret koperasi, termasuk koperasi wanita, yang selama ini terbukti membantu meningkatkan pendapatan keluarga, menopang usaha mikro, dan bahkan mendukung pembiayaan pendidikan anak-anak anggotanya.
Dari Koperasi, oleh Koperasi, untuk Koperasi
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, Wirawan, menjelaskan bahwa pelaksanaan Harkopnas tahun ini sengaja dirancang memberi ruang lebih besar kepada gerakan koperasi melalui Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) NTB sebagai pelaksana utama. Mulai pelantikan pengurus, temu bisnis, pasar rakyat, jalan sehat, hingga tasyakuran—semuanya diinisiasi dan dijalankan oleh gerakan koperasi sendiri.
"Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dari koperasi, oleh koperasi, dan untuk koperasi. Pemerintah hadir sebagai mitra yang mendukung tumbuh dan berkembangnya gerakan koperasi."
Pola ini, menurut Wirawan, dirancang untuk memperkuat rasa memiliki di kalangan anggota koperasi sekaligus mendorong transparansi dan akuntabilitas tata kelola organisasi.
Dekopinwil Siap Berkolaborasi
Ketua Dekopinwil NTB, Lalu Anis Mudjahid Akbar, menyambut positif kepercayaan yang diberikan pemerintah provinsi. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan gerakan koperasi menjadi fondasi krusial untuk memperkuat kelembagaan, memperluas akses pembiayaan, dan mendongkrak daya saing koperasi NTB di tingkat nasional.
"Kami siap terus berkolaborasi dengan pemerintah untuk mewujudkan koperasi yang sehat, profesional, modern, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat."
Dengan kolaborasi yang kian solid antara pemerintah daerah dan gerakan koperasi, NTB menargetkan koperasi tidak hanya selamat dari tantangan zaman, tetapi justru tumbuh menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan yang modern dan berdaya saing di seluruh penjuru Nusa Tenggara Barat.
(*)

