![]() |
| Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, berdialog dengan masyarakat dan ratusan mahasiswa KKN di Masjid Raudhatul Maujun, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. |
Lombok Tengah, KabarNTB - Geliat pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika tak boleh berjalan sendirian tanpa membawa serta kesejahteraan desa-desa di sekitarnya. Penegasan ini disampaikan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat berdialog langsung dengan warga dan ratusan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Masjid Raudhatul Maujun, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Senin (27/7/2026).
Prinsip "No One Left Behind" Jadi Pijakan Utama
Miq Iqbal—sapaan akrab sang gubernur—menegaskan bahwa pembangunan pesat di kawasan selatan Lombok tidak boleh meninggalkan siapa pun. UMKM, Karang Taruna, hingga seluruh elemen masyarakat didorong terlibat aktif agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan bersama.
"Pembangunan di kawasan selatan berkembang sangat cepat. Namun, kita tidak ingin ada masyarakat yang tertinggal. Karena itu, UMKM, Karang Taruna, dan seluruh masyarakat harus didorong untuk terlibat aktif agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan bersama," tegas Gubernur.
Dalam dialog tersebut, warga dan mahasiswa menyampaikan beragam persoalan desa, mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan, ketenagakerjaan, hingga ruang kreativitas bagi generasi muda. Seluruh masukan ini, menurut Gubernur, akan menjadi bahan penyempurnaan kebijakan pembangunan daerah ke depan.
Program Desa Berdaya dan Golden Ticket SMK Jadi Andalan
Mahasiswa KKN Universitas Gadjah Mada (UGM) melaporkan hasil observasi di SDN 1 Sengkol dan SMAN 1 Pujut yang menunjukkan fasilitas pendidikan relatif memadai, namun motivasi belajar siswa masih perlu ditingkatkan. Mereka juga menyoroti minimnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam industri pariwisata Mandalika serta mengusulkan pelatihan bahasa Inggris dasar bagi masyarakat.
Menanggapi hal ini, Gubernur menjelaskan bahwa Pemprov NTB tengah mempercepat pelaksanaan Program Desa Berdaya Transformatif sebagai strategi pengentasan kemiskinan ekstrem sekaligus peningkatan kapasitas masyarakat desa penyangga.
"Setiap tahun kami menargetkan sekitar 40 hingga 45 desa. Program Desa Berdaya merupakan orkestrasi lintas sektor yang menyatukan berbagai intervensi pemerintah. Kami berharap adik-adik mahasiswa KKN juga ikut mengambil bagian dalam proses pemberdayaan masyarakat," ujarnya.
Untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, Pemprov NTB juga mengembangkan konsep Golden Ticket SMK, dengan tujuh SMK potensial yang akan dipimpin tujuh kepala sekolah terbaik NTB berbekal insentif khusus, guna menghasilkan lulusan yang kompeten di sektor pariwisata maupun kelautan.
Bayi Terlambat Ditangani, Gubernur Instruksikan Tim Medis Turun ke Grupuk
Persoalan kesehatan juga mencuat dalam dialog ini. Mahasiswa melaporkan masih adanya kendala akses layanan kesehatan bagi warga Dusun Grupuk akibat kondisi jalan rusak, termasuk kasus seorang bayi yang terlambat mendapat penanganan medis karena keterbatasan transportasi.
Merespons cepat laporan tersebut, Gubernur langsung menginstruksikan Direktur RS Mandalika Provinsi NTB mengirim tim medis ke lokasi dan memastikan pasien mendapat pelayanan gratis.
"Saya sudah meminta Direktur RS Mandalika mengirim tim ke Grupuk, berkomunikasi dengan keluarga pasien, dan membawa pasien ke rumah sakit untuk dirawat secara gratis. Rumah Sakit Mandalika adalah rumah sakit provinsi terbesar di wilayah selatan dan harus benar-benar hadir melayani masyarakat," tegasnya.
Sedimentasi Pantai Akibat Alih Fungsi Lahan Jadi Sorotan
Isu lingkungan turut mengemuka. Mahasiswa menyoroti pembukaan lahan jagung dan tembakau di kawasan hulu yang berpotensi meningkatkan sedimentasi dan merusak ekosistem pesisir. Gubernur menegaskan perlunya kebijakan yang menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan.
"Pariwisata berkualitas sangat bergantung pada kualitas lingkungan. Saya melihat sendiri kondisi pantai yang mulai mengalami sedimentasi. Kita harus mencari titik temu agar masyarakat tetap memperoleh penghasilan, namun lingkungan tetap terjaga untuk generasi mendatang," ujarnya.
Usul Ruang Publik dari Pokdarwis hingga Komitmen Berantas Narkoba
Aspirasi lain datang dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pujut yang mengusulkan penyediaan ruang publik dan fasilitas olahraga bagi generasi muda. Gubernur menjelaskan bahwa sebagian fasilitas yang diusulkan merupakan aset Pemkab Lombok Tengah, namun Pemprov NTB siap berkoordinasi mencari solusi terbaik.
Menutup dialog, Gubernur menegaskan komitmen Pemprov NTB bersama Forkopimda memperkuat pemberantasan narkoba yang dinilai menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda.
"Persoalan narkoba tidak hanya menjadi tantangan NTB, tetapi juga tantangan nasional. Kami bersama Forkopimda sedang merumuskan langkah-langkah yang lebih tegas dan terintegrasi. Insyaallah dalam waktu dekat arah kebijakan penanganannya akan segera diputuskan," pungkasnya.
Dialog di Desa Sengkol turut dihadiri Direktur Utama RS Mandalika dr. Oxy Cahyowahyuni, Wakil Ketua IV BAZNAS NTB Ahmad Rusli, jajaran perangkat daerah Pemprov NTB, tokoh agama TGH. Lalu Abdurrahman Athar, serta ratusan mahasiswa KKN dari UGM, Unram, UNU, dan UIN Mataram. Bagi Gubernur, kemajuan Mandalika baru bermakna jika dirasakan oleh seluruh masyarakat, tanpa satu pun yang tertinggal.
(*)

