![]() |
| Warga melarikan korban ke Puskesmas (PKM) Monta untuk mendapatkan pertolongan medis darurat pasca insiden penganiayaan bersenjata tajam, Sabtu (25/7/2026). |
Bima, KabarNTB - Sepeda motor tergeletak begitu saja di tepi jalan menuju lahan jagung di Desa Tolouwi, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Sabtu (25/7/2026) sore. Kendaraan itu ditinggalkan pemiliknya, BR (30), pria yang nyaris kehilangan nyawa usai dihadang dan dibacok terduga pelaku berinisial SD (28), warga Desa Sondo, menggunakan sebilah parang. Hingga kini, jajaran Polsek Monta Polres Bima masih terus memburu keberadaan terduga pelaku.
Korban Dihadang di Tengah Perjalanan Menuju Lahan Jagung
Berdasarkan kronologi yang dihimpun, insiden bermula ketika korban BR hendak menuju lahan jagung miliknya sekitar pukul 16.00 Wita. Di tengah perjalanan, ia dihadang terduga pelaku yang telah menenteng parang terhunus. Korban sempat berupaya menyelamatkan diri dengan berlari meninggalkan sepeda motornya, namun terduga pelaku yang dikuasai emosi mengejar dan membacok korban berkali-kali.
Luka Serius di Sekujur Tubuh Korban
Akibat sabetan parang bertubi-tubi tersebut, korban mengalami luka parah di sejumlah bagian tubuh. Lengan kiri bagian bawah siku nyaris putus, sementara jempol dan telunjuk tangan kiri korban putus akibat sabetan senjata tajam. Luka paling serius terjadi di bagian perut, yang robek hingga menyebabkan usus korban terurai keluar.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera melarikan korban ke Puskesmas (PKM) Monta untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.
Kapolsek Monta: Kami Masih Memburu Terduga Pelaku
Kapolres Bima, AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, melalui Kapolsek Monta, AKP Sudirman, membenarkan bahwa hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang sempat kabur usai aksinya.
"Hingga saat ini kami masih memburu terduga pelaku," ujarnya.
Imbauan kepada Keluarga Korban dan Terduga Pelaku
Kapolsek Monta juga mengimbau pihak keluarga korban agar mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat kepolisian dan tidak mudah terpancing provokasi yang berpotensi memperkeruh situasi.
"Kami akan usut tuntas kasus ini," tegasnya.
Kepolisian turut mengimbau terduga pelaku agar segera menyerahkan diri guna mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum, sekaligus mempercepat proses penyidikan kasus penganiayaan ini.
(*)

