![]() |
| Ribuan pelari mengikuti Pocari Sweat Run Lombok 2026 di Kawasan Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (12/7/2026). |
Lombok Tengah, KabarNTB - Kawasan Mandalika kembali bergemuruh oleh langkah kaki ribuan pelari, Sabtu (12/7/2026). Pocari Sweat Run Lombok 2026 sukses menghadirkan sekitar 9.200 pelari dari berbagai daerah, menegaskan posisi Lombok sebagai destinasi sport tourism nasional yang tak hanya menggerakkan dunia olahraga, tetapi juga sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, kuliner, hingga UMKM di Nusa Tenggara Barat.
Diselenggarakan Kedua Kali, Gubernur Bidik Standar Internasional
Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan Pocari Sweat Run untuk kedua kalinya di Mandalika. Menurutnya, sejumlah penyempurnaan dilakukan berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, sehingga kualitas penyelenggaraan terus meningkat dan makin mendekati standar internasional.
"Kita berharap event ini berkembang menjadi world-class marathon, sehingga mampu menarik lebih banyak peserta mancanegara untuk datang ke Lombok," ujar Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal.
Menurut Miq Iqbal, pengembangan sport tourism menjadi salah satu strategi Pemprov NTB meningkatkan daya saing pariwisata sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat. Event olahraga semacam ini diyakini mampu mendorong wisatawan tinggal lebih lama sambil menikmati destinasi wisata, kuliner lokal, produk UMKM, hingga atraksi budaya NTB.
Rangkaian Menuju MotoGP Mandalika Oktober
Karena itu, Pemprov NTB akan terus memperbanyak penyelenggaraan event olahraga berskala nasional maupun internasional sebagai bagian dari penguatan ekosistem sport tourism di Mandalika. Kehadiran event-event ini juga menjadi rangkaian menuju penyelenggaraan MotoGP Mandalika yang akan kembali digelar Oktober mendatang. Selain lomba lari, tahun ini turut diramaikan berbagai side event yang bisa dinikmati masyarakat luas, sehingga manfaatnya menyentuh pelaku UMKM dan komunitas kreatif di sekitar kawasan.
Pemerintah Pusat: Olahraga Kini Jadi Gaya Hidup dengan Dampak Ekonomi
Sementara itu, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Taufik Hidayat, menegaskan dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan sport tourism di NTB. Menurutnya, olahraga kini berkembang menjadi gaya hidup sekaligus sektor yang mampu memberi dampak ekonomi signifikan bagi daerah.
"Event seperti ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Kami berharap semakin banyak penyelenggara maupun brand nasional yang menghadirkan event berskala besar di NTB," ujar Taufik Hidayat.
72 Persen Peserta Datang dari Luar Pulau Lombok
Marketing Director Pocari Sweat, Puspita Winawati, mengungkapkan bahwa sekitar 72 persen peserta berasal dari luar Pulau Lombok, menandakan besarnya daya tarik event ini dalam mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah.
"Kami berharap para peserta tidak hanya mengikuti lomba, tetapi juga menikmati destinasi wisata, kuliner, dan berbagai atraksi di Lombok sehingga manfaat sport tourism dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," katanya.
ITDC Resmikan Lapangan Padel dan Basket Baru
Komitmen memperkuat sport tourism juga ditunjukkan ITDC lewat pengembangan berbagai fasilitas olahraga di kawasan Mandalika. Selain mencatat tingginya tingkat hunian akomodasi selama pelaksanaan event, ITDC turut menghadirkan Mandalika Street Food Festival sebagai ruang promosi kuliner dan UMKM lokal, serta meresmikan tiga lapangan padel dan satu lapangan basket untuk melengkapi fasilitas olahraga di kawasan tersebut.
Pemprov NTB meyakini sport tourism menjadi salah satu motor baru pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan dukungan infrastruktur yang semakin lengkap, kalender event berkelanjutan, serta kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, Mandalika terus dipersiapkan sebagai destinasi olahraga berkelas dunia yang mampu menarik lebih banyak wisatawan dan investasi bagi Nusa Tenggara Barat.
(*)

