![]() |
| Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan DPD PAPPRI NTB serta DPC PAPPRI se-Kabupaten/Kota di Hotel Lombok Raya, Selasa (7/7/2026). |
Mataram, KabarNTB - Ekosistem musik di Nusa Tenggara Barat mendapat angin segar. Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) resmi melantik jajaran pengurus baru untuk periode 2025–2030 di Hotel Lombok Raya, Selasa (7/7/2026). Pelantikan yang dipimpin langsung Ketua Umum DPP PAPPRI, Tony Wenas, ini turut dihadiri Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, yang menaruh harapan besar pada organisasi ini sebagai penggerak ekonomi kreatif berbasis musik di daerah.
Industri Musik Dinilai Punya Rantai Ekonomi Panjang
Wagub yang akrab disapa Umi Dinda menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran DPP PAPPRI di NTB, sekaligus mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik.
"Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh dedikasi dan menjadi awal lahirnya organisasi yang semakin kuat, profesional, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi kemajuan seni musik di daerah kita," ujar Umi Dinda.
Menurutnya, industri musik memiliki peran strategis dalam ekonomi kreatif karena melibatkan berbagai mata rantai usaha, mulai dari pencipta lagu, penyanyi, pemusik, produser, hingga penyelenggara pertunjukan. Pemprov NTB pun menempatkan pengembangan industri musik sebagai bagian dari strategi membangun ekonomi daerah berbasis kreativitas.
"Di balik sebuah karya musik terdapat nilai ekonomi, oleh karena itu, Pemerintah Provinsi NTB memandang pengembangan industri musik sebagai bagian dari strategi membangun ekonomi daerah berbasis kreativitas dan inovasi," jelas Umi Dinda.
Perlindungan Hak Cipta Jadi Sorotan Utama
Selain mendorong pertumbuhan industri, Pemprov NTB juga menekankan pentingnya perlindungan hak cipta sebagai fondasi ekosistem musik yang sehat. PAPPRI diharapkan menjadi garda terdepan meningkatkan literasi pelaku seni soal hak cipta, hak terkait, hingga sistem royalti.
"Dengan perlindungan yang baik, semangat berkarya akan terus tumbuh dan industri musik daerah akan berkembang secara berkelanjutan," tegas Umi Dinda.
Umi Dinda turut mengajak PAPPRI mengangkat kekayaan musik tradisional NTB sebagai identitas budaya sekaligus media promosi pariwisata daerah, dengan harapan lagu-lagu daerah yang dikemas kreatif bisa mendongkrak kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat citra NTB sebagai daerah kaya budaya.
Seluruh 10 Kabupaten/Kota Sudah Punya DPC PAPPRI
Sementara itu, Ketua Umum DPP PAPPRI, Tony Wenas, menyebut NTB memiliki posisi istimewa dalam organisasi karena seluruh 10 kabupaten/kota telah memiliki kepengurusan DPC.
"NTB memiliki arti khusus bagi PAPPRI. Dari 10 kabupaten/kota, semuanya telah memiliki DPC PAPPRI. Ini menjadi modal besar untuk membangun organisasi yang kuat hingga ke daerah," ujar Tony.
Lima Tahun Terakhir: Hari Musik Nasional hingga Pembinaan Musisi Jalanan
Ketua DPD PAPPRI NTB, Maskahyangan, memaparkan bahwa selama lima tahun terakhir organisasinya terus memperluas sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat lewat berbagai program, mulai dari penyelenggaraan Hari Musik Nasional, Musyawarah Nasional PAPPRI 2022 di Mataram, bakti sosial, pencarian talenta muda, hingga pembinaan musisi jalanan.
"Harapan kami, PAPPRI dapat terus menjadi wadah bagi seluruh insan musik NTB untuk berkarya, mengembangkan potensi, sekaligus mendukung program pembangunan daerah melalui seni dan budaya," pungkas Maskahyangan.
(*)

