
Tiga kelompok mahasiswa dan pemuda dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah titik di Kabupaten dan Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Senin (22/6/2026).
Bima, KabarNTB– Tiga kelompok mahasiswa dan pemuda dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah titik di Kabupaten dan Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Senin (22/6/2026). Mereka akan mengangkat berbagai isu, mulai dari kelangkaan gas LPG 3 kilogram, kenaikan harga BBM bersubsidi, hingga dugaan pungutan liar dalam pelayanan administrasi pernikahan.
Aksi pertama akan dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bima. Sekitar 50 massa aksi dijadwalkan mulai bergerak pukul 09.00 Wita menuju Kantor DPRD Kabupaten Bima dan DPRD Kota Bima.
Koordinator lapangan aksi, Aldi Bayu Parsindo, menyebutkan demonstrasi akan menyoroti persoalan kelangkaan LPG 3 kilogram, kenaikan harga BBM bersubsidi, serta evaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Pada waktu yang sama, Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Cabang Bima juga akan menggelar aksi di Kantor DPRD Kabupaten Bima dengan jumlah peserta sekitar 50 orang.
Kelompok ini akan menyampaikan tuntutan terkait berbagai persoalan yang dinilai memengaruhi kehidupan masyarakat, antara lain sektor pendidikan, ekonomi rakyat, pertanian, infrastruktur, harga BBM dan LPG, serta evaluasi terhadap program pemerintah daerah.
Sementara itu, Persatuan Pemuda Woha berencana menggelar aksi di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bima. Aksi yang dipimpin Cipto itu diperkirakan diikuti sekitar 30 orang.
Mereka akan menyampaikan aspirasi terkait dugaan adanya pungutan liar dalam pelayanan administrasi pernikahan dan pembuatan buku nikah yang diduga dilakukan oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Woha.
Hingga Senin pagi, belum ada pernyataan resmi dari instansi maupun pihak yang menjadi sasaran aksi terkait tuntutan yang akan disampaikan para demonstran. Aparat keamanan diperkirakan melakukan pengamanan guna memastikan seluruh rangkaian aksi berlangsung aman dan tertib.
Aksi-aksi tersebut mencerminkan masih kuatnya perhatian kelompok mahasiswa dan pemuda di Bima terhadap berbagai persoalan pelayanan publik, kebijakan ekonomi, serta tata kelola pemerintahan yang dinilai berdampak langsung pada masyarakat.
(*)
