Lombok Timur, KabarNTB - Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, dipilih sebagai pilot project Desa Berdaya Nusa Tenggara Barat. Senin (15/6/2026), Tim Penggerak PKK Provinsi NTB bersama TP-PKK Kabupaten Lombok Timur menggelar kegiatan terpadu dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 di desa tersebut, menegaskan komitmen bersama membangun desa yang sehat, produktif, dan mandiri.
Desa Berdaya Butuh Kerja Bersama
Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Sinta Agathia, menegaskan bahwa desa yang tangguh tidak lahir dari kerja satu pihak. Ia menekankan pentingnya menghilangkan ego sektoral dan memperkuat koordinasi lintas pemangku kepentingan.
"Desa Berdaya tidak lahir dari kerja satu pihak. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, PKK, kader, dunia usaha, dan masyarakat agar mampu menghadirkan perubahan nyata dalam menyelesaikan persoalan sosial, meningkatkan kualitas kesehatan, dan memperkuat ekonomi keluarga." ujarnya.
TP-PKK Provinsi NTB berkomitmen melakukan pendampingan, monitoring, dan evaluasi berkelanjutan terhadap Desa Sakra. Hasilnya diharapkan mulai terlihat pada akhir 2026 dan kelak bisa direplikasi di berbagai wilayah NTB lainnya.
Koperasi Tumbuh, Kepercayaan Jadi Kuncinya
Ketua TP-PKK Kabupaten Lombok Timur, Hj. Ra'yal Ain Warisin, menyoroti perkembangan UMKM dan koperasi di Desa Sakra yang dinilainya sudah menunjukkan tanda-tanda positif. Namun ia mengingatkan bahwa modal terbesar koperasi bukan uang, melainkan kepercayaan.
"Perkembangan UMKM di Desa Sakra sudah cukup baik, demikian pula dengan koperasinya. Namun, yang harus terus dibangun adalah kepercayaan. Jangan sampai anggota hanya siap meminjam, tetapi enggan memenuhi kewajibannya. Modal utama koperasi adalah kepercayaan. Jika itu dijaga, koperasi akan tumbuh sehat dan mampu menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat." tegas Hj. Ra'yal Ain Warisin.
Tinjau Kebun Terpadu hingga Posyandu
Usai pembukaan di Bale Sangkep Desa Sakra, rombongan TP-PKK Provinsi NTB dan Lombok Timur meninjau langsung sejumlah program unggulan: Kebun Terpadu untuk penguatan ketahanan pangan keluarga, pusat pengembangan koperasi desa, serta Posyandu Mawar Putih yang berperan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak sekaligus percepatan penurunan stunting.
Kepala Desa Sakra, Lalu Achmad N.Y., menyambut antusias kolaborasi ini dan menyebut respons masyarakat sangat positif.
"Sinergi antara pemerintah desa, kader PKK, kader posyandu, dan kelompok perempuan terus kami perkuat agar masyarakat semakin produktif dengan memanfaatkan potensi dan kearifan lokal yang dimiliki. Kami berharap pendampingan seperti ini dapat terus berlanjut." ujarnya.
Dengan fokus pada ketahanan pangan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, dan pengembangan ekonomi lokal, Desa Sakra diharapkan menjadi cermin nyata Desa Berdaya yang mampu menginspirasi desa-desa lain di seluruh Nusa Tenggara Barat.
(*)

