![]() |
| Pembangunan kolam retensi untuk penanganan banjir di kawasan Taman Ria, Kota Bima. |
Kota Bima, KabarNTB - Program pembangunan kolam retensi untuk penanganan banjir di kawasan Taman Ria, Kota Bima, menuai kritik dari mantan Ketua Mapala Londa STKIP Bima, M. Faisal. Ia menyebut penebangan puluhan pohon di taman tersebut bertolak belakang dengan jargon “Kota Bima BISA” yang selama ini digaungkan pemerintah, bahkan menyindir bahwa jargon itu berisiko berubah makna menjadi “MBISA”.
“Pohon Puluhan Tahun Ditebang, Kenapa Tidak Dialihkan Saja?”
M. Faisal mengaku bingung dengan konsep pembangunan yang dijalankan. Menurutnya, pohon-pohon yang telah tumbuh puluhan tahun bukan sekadar penghias kota, melainkan berperan penting sebagai peneduh, penyejuk, serta paru-paru kota yang menopang kualitas lingkungan hidup. Ia menilai pembangunan memang penting, namun aspek lingkungan tidak boleh diabaikan.
“Konsepnya bikin bingung, seakan bertolak belakang dengan jargon Kota Bima BISA. Bagaimana mungkin pohon-pohon yang puluhan tahun memberi keteduhan dan kesejukan justru dibabat begitu saja,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Sindiran “MBISA”: Menebang Tanpa Pertimbangan Dampak
Lebih lanjut, ia menyindir agar jargon “BISA” tidak berubah makna menjadi “MBISA” yang ia artikan sebagai tindakan menebang tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang. Ia mengingatkan bahwa kota yang baik tidak hanya diukur dari banyaknya proyek infrastruktur, tetapi juga dari ketersediaan ruang terbuka hijau yang memberikan kenyamanan bagi warganya.
“Jangan sampai jargon Kota Bima BISA berubah menjadi MBISA, menebang tanpa mempertimbangkan dampaknya. Harusnya manfaat dan dampak jangka panjang dipikirkan sebelum semuanya dirusak,” lanjutnya.
Pemkot Bima Belum Beri Keterangan Resmi
Kritik ini menambah daftar sorotan publik terhadap proyek revitalisasi Taman Ria yang tengah berjalan. Sejumlah warga mulai mempertanyakan transparansi perencanaan serta kajian lingkungan yang menjadi dasar proyek. Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kota Bima belum memberikan keterangan resmi terkait polemik penebangan pohon di kawasan Taman Ria.
Masyarakat berharap pembangunan tidak hanya berorientasi pada solusi jangka pendek, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan demi masa depan Kota Bima yang lebih hijau dan layak huni.
(*)

