Bima, KabarNTB - Kekecewaan warga korban kebakaran di Desa Lido, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, berujung pada aksi pemblokiran jalan. Sekitar 20 orang yang dipimpin Feriman menutup Jalan Lintas Karumbu-Tente menggunakan seng dan kayu, Minggu (17/5/2026) pukul 07.40 WITA, hingga arus lalu lintas macet total.
Aksi ini merupakan buntut dari peristiwa kebakaran hebat pada Sabtu dini hari (16/5/2026) sekitar pukul 02.40 WITA yang menghanguskan 15 unit rumah panggung 12 tiang dan 1 unit gudang di desa setempat. Para korban yang belum menerima bantuan dari pemerintah daerah akhirnya memilih turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan mereka.
Tuntutan Warga: Pemda Kabupaten Bima Harus Hadir
Satu tuntutan yang disuarakan massa aksi: Pemerintah Daerah Kabupaten Bima harus segera memperhatikan dan memberikan bantuan kepada korban kebakaran. Kekecewaan warga memuncak karena hingga pagi hari setelah kejadian, belum ada satu pun pejabat pemerintah daerah yang hadir memberikan kepastian bantuan.
TNI-Polri Turun, Blokir Dibuka dalam 40 Menit
Sepuluh menit setelah aksi dimulai, pukul 07.50 WITA, Babinsa Posramil 1608-04/Belo dan Bhabinkamtibmas tiba di lokasi untuk mengamankan situasi. Pukul 08.10 WITA, KBO Sat Intelkam Polres Bima, IPDA Asdin, SH., yang didampingi Babinsa dan pemerintah desa setempat menyampaikan himbauan kepada massa agar membuka blokir jalan karena mengganggu aktivitas pengguna jalan. Aparat juga berjanji akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bima agar segera hadir dan membantu meringankan beban para korban.
Mendengar himbauan tersebut, pukul 08.20 WITA massa aksi membuka kembali jalan yang diblokir dan arus lalu lintas kembali normal. Sepuluh menit kemudian, situasi di Desa Lido terpantau aman dan kondusif.
Pemda Dituntut Bergerak Cepat Cegah Aksi Susulan
Dari catatan aparat di lapangan, aksi pemblokiran ini terjadi karena belum maksimalnya bantuan yang diberikan pemerintah daerah kepada korban kebakaran. Diperlukan langkah cepat dan responsif dari Pemda Kabupaten Bima untuk memastikan penanganan dan bantuan segera terealisasi — guna mencegah aksi pemblokiran jalan jilid berikutnya yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Aparat Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Babintratibum juga diminta terus memantau perkembangan situasi di Desa Lido agar kondisi tetap kondusif pasca kejadian.
(*)

