Kota Bima, KabarNTB - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bima angkat bicara menyusul viralnya video kerusakan lantai keramik di Taman Serasuba yang dikaitkan dengan pelaksanaan Pawai Rimpu Mantika 2026. Kepala Bidang Cipta Karya PUPR Kota Bima, Fahrurraji, S.T., M.T., menegaskan bahwa kondisi di lapangan tidak separah narasi yang beredar di Facebook, Selasa (28/4/2026).
Keramik Rusak Sudah Direncanakan Diganti Sebelum Pawai
Fahrurraji menjelaskan bahwa keramik yang terlihat rusak dalam video viral sebenarnya bukan akibat dirusak massa. Sejumlah keramik yang patah memang sengaja dibongkar oleh pihak pelaksana sebagai bagian dari proses perbaikan dalam masa pemeliharaan proyek.
"Beberapa keramik yang rusak di Lapangan Serasuba sebenarnya sudah direncanakan untuk diganti sebelum Pawai Rimpu kemarin oleh pihak pelaksana. Namun karena satu dan lain hal, pelaksanaannya dijadwalkan setelah kegiatan." ujar Fahrurraji kepada wartawan.
"Ada yang patah, sehingga pelaksana membongkar untuk diganti. Saat ini masih dalam masa pemeliharaan." katanya.
32 Batang Keramik Pecah di Delapan Titik, Diduga Akibat Campuran Semen Tidak Merata
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa pagi (28/4/2026), ditemukan sekitar delapan titik pasangan lantai keramik yang mengalami kerusakan dengan total 32 batang keramik yang pecah dan patah.
PUPR menduga kerusakan tersebut berakar dari faktor teknis pemasangan — khususnya kepadatan campuran semen yang tidak merata sehingga menimbulkan rongga di bawah keramik. Kondisi ini membuat keramik lebih rentan retak atau pecah saat terinjak, terlepas dari berapa pun jumlah orang yang melewatinya.
Dengan penjelasan ini, narasi yang mengaitkan sekitar 86 ribu peserta Pawai Rimpu Mantika 2026 sebagai penyebab "kerusakan parah" Taman Serasuba dinilai tidak tepat dan menyesatkan publik.
Penggantian Keramik Segera Dilakukan
PUPR Kota Bima memastikan penggantian 32 batang keramik yang rusak akan segera dilaksanakan dalam masa pemeliharaan proyek, agar fasilitas publik Lapangan Serasuba kembali aman dan nyaman digunakan oleh seluruh masyarakat Kota Bima.
(*)

