
Foto ilustrasi Google
Bima, KabarNTB– Pejabat dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Nusa Tenggara Barat melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan DAM Mpirijago di Desa Sampungu, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bima Tahun 2025 berjalan sesuai peruntukan.
Salah satu fokus pemeriksaan adalah pengadaan pipa senilai Rp400 juta yang merupakan program reguler Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2025. Selain memantau progres fisik bendungan, tim juga meninjau pemasangan jaringan pipa sepanjang lebih dari tiga kilometer yang menjadi bagian dari proyek tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembangunan DAM Mpirijago dinilai berjalan baik dan berpotensi memberikan manfaat bagi ratusan petani di Desa Sampungu. Bendungan itu diharapkan mampu mengairi ribuan hektare lahan pertanian warga.
Namun, perhatian tertuju pada progres pengadaan pipa. Meski anggaran telah dialokasikan dan terserap pada 2025, penyelesaian pekerjaan disebut belum sepenuhnya tuntas.
Perwakilan kelompok tani Mpirijago, Yalin Umar, menyebutkan sebanyak 534 batang pipa telah didatangkan ke lokasi. Sebagian sudah terpasang, sementara sisanya masih dalam tahap pengerjaan.
“Untuk proyek DAM berjalan lancar. Untuk proyek pipa saya tidak tahu secara detail. Memang ada 534 batang pipa yang turun ke lokasi, sebagian sudah dipasang dan sebagian masih dikerjakan. Namun untuk menjangkau lahan pertanian warga, masih dibutuhkan sekitar 200 hingga 300 batang pipa lagi,” ujarnya.
Menurutnya, tanpa tambahan pipa, distribusi air dari bendungan tidak akan optimal menjangkau lahan pertanian Mpirijago.
Yalin juga membenarkan adanya kunjungan tim BPK NTB ke lokasi. Ia menyebut tim memberikan apresiasi terhadap pembangunan DAM, namun turut menyoroti progres pemasangan pipa agar segera dituntaskan.
“Mereka memuji pekerjaan DAM. Untuk pemasangan pipa juga dipertanyakan dan diharapkan segera diselesaikan agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas realisasi pembangunan DAM yang telah lama dinantikan petani setempat. Ia berharap jaringan pipa dapat segera dirampungkan agar manfaat bendungan benar-benar dirasakan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bima beserta pejabat terkait belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi guna memastikan keberimbangan informasi.
(*)
