
Ketua Garda Satu NTB, Abdul Halim.
Mataram, KabarNTB - Ketua Garda Satu NTB, Abdul Halim, angkat bicara soal pentingnya kolaborasi nyata antara masyarakat dan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Nusa Tenggara Barat. Menurutnya, kondusivitas wilayah tidak bisa semata-mata diletakkan di pundak aparat penegak hukum — seluruh elemen masyarakat harus ikut berperan aktif.
"Stabilitas keamanan adalah tanggung jawab bersama. Kami sangat berharap koordinasi antara masyarakat dan kepolisian terus diperkuat."
Responsif, Tapi Lewat Jalur yang Benar
Abdul Halim mendorong masyarakat untuk lebih peka terhadap potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar. Namun ia menegaskan, pengawasan terhadap program-program pemerintah harus tetap dilakukan melalui jalur yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan — bukan aksi yang justru bisa dimanfaatkan oknum tertentu untuk memperkeruh situasi.
Jika ditemukan tanda-tanda situasi yang berpotensi mengganggu kamtibmas, warga diminta segera melapor kepada aparat berwajib terdekat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Pelaporan dini, kata Abdul Halim, adalah kunci untuk memutus rantai eskalasi konflik sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.
Waspadai Hoaks di Tengah Derasnya Arus Informasi
Di era banjir informasi digital seperti sekarang, Abdul Halim juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terseret arus provokasi dari informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
"Perlu kedewasaan bersama dalam menyikapi informasi. Jangan sampai hoaks memecah persatuan dan mengganggu ketentraman yang sudah terjaga."
Ia optimistis, dengan kolaborasi yang kokoh antara warga dan aparat kepolisian, situasi keamanan di NTB akan terus terjaga kondusif — sekaligus menjadi pondasi yang kuat bagi keberlanjutan pembangunan daerah ke depan.
(*)
