![]() |
| Foto rumah tidak layak huni di wilayah Santi Kota Bima, yang diunggah pemilik akun Facebook Mawardy Agus. |
Kota Bima, KabarNTB - Kondisi sebuah rumah sewa yang tidak layak huni di Kelurahan Santi, Kota Bima, menjadi perhatian publik setelah disoroti oleh Mawardy Agus melalui unggahan di media sosial. Dalam tulisannya, Mawardy mengungkapkan keprihatinan terhadap dua perempuan berstatus janda yang tinggal di rumah sederhana tersebut.
Rumah yang digambarkan Mawardy berada di pinggir jalan menuju arah Salama. Ia menyebut kondisi tempat tinggal itu sebagai “ncihi rompa”, istilah lokal yang berarti rumah yang tidak layak huni.
Kondisi Rumah Sewa Dinilai Memprihatinkan
Menurut Mawardy Agus, kondisi rumah yang ditempati kedua perempuan tersebut sangat memprihatinkan. Ia menilai situasi itu seharusnya menjadi perhatian para pemimpin daerah, terlebih karena lokasinya berada di kawasan yang juga dihuni oleh sejumlah pejabat publik.
“Ada Wakil Ketua DPRD di Santi. Ada Wakil Wali Kota di Santi dan ada dua wanita yang tinggal di rumah yang ncihi rompa seperti ini,” ujar Mawardy Agus.
Ia menambahkan bahwa rumah tersebut berada di jalur yang cukup mudah dilihat oleh warga yang melintas, khususnya di jalan menuju kawasan Salama.
Harapan Program Bantuan untuk Warga
Mawardy Agus berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi kehidupan kedua perempuan tersebut. Ia mempertanyakan bentuk program bantuan yang dapat diberikan untuk membantu mereka keluar dari situasi yang serba terbatas.
“Kira-kira bantuan program apa yang cocok untuk kehidupan dua janda yang tinggal di rumah sewa yang tidak layak huni ini,” kata Mawardy Agus.
Ia juga menilai keberadaan warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan di tengah kawasan tempat tinggal pejabat daerah menjadi ironi yang perlu segera mendapat perhatian.
Seruan Kepedulian Pemimpin Daerah
Melalui unggahannya, Mawardy Agus mengajak para pemimpin daerah di Kota Bima untuk lebih peka terhadap kondisi masyarakat di lingkungan sekitar. Ia berharap baik pemerintah daerah maupun lembaga legislatif dapat memikirkan solusi bagi warga yang membutuhkan bantuan.
“Ada tetangga seperti ini. Aduh, malu Pak jadi pemimpin di kota ini jika ada warga yang hidup menderita seperti ini,” ujar Mawardy Agus.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah Kota Bima terkait kondisi rumah tidak layak huni yang disoroti oleh Mawardy Agus tersebut.
(*)

