![]() |
| Musyawarah Anak Cabang (Musancab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Mataram resmi dibuka pada Sabtu (7/1/2026). |
Mataram, KabarNTB— Musyawarah Anak Cabang (Musancab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Mataram resmi dibuka pada Sabtu (7/1/2026). Agenda konsolidasi organisasi tersebut digelar di Gedung Serbaguna Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kota Mataram.
Musancab dibuka langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, H. Rachmat Hidayat, yang juga Anggota DPR RI Daerah Pemilihan NTB II Pulau Lombok. Kegiatan ini dihadiri Anggota DPRD NTB dari Dapil Kota Mataram Made Slamet, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mataram I Gede Wiska, Sekretaris DPC Imam Budi Gunawan, serta seluruh anggota DPRD Kota Mataram dari Fraksi PDI Perjuangan, yakni Nyayu Ernawati, I Wayan Yogantara, dan Ni Luh Arini, bersama jajaran pengurus, kader, PAC, ranting, dan anak ranting.
Dalam sambutannya, Rachmat Hidayat menegaskan bahwa Musancab bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum strategis untuk memperkuat ideologi, militansi, dan disiplin organisasi kader PDI Perjuangan hingga ke tingkat paling bawah.
“PDI Perjuangan adalah partai ideologis, partai kader, dan partai wong cilik. Karena itu, seluruh kader—mulai dari DPC, PAC, ranting hingga anak ranting—harus mengamalkan nilai-nilai perjuangan partai dalam kerja politik sehari-hari,” kata Rachmat.
Ia mengulas perjalanan panjang PDI Perjuangan sejak masa awal berdiri hingga konsolidasi demokrasi pascareformasi. Menurutnya, kekuatan utama PDI Perjuangan terletak pada kesetiaan kader terhadap ideologi Pancasila 1 Juni, ajaran Bung Karno, serta garis perjuangan partai.
Anak Ranting Ujung Tombak Partai
Rachmat menyebut anak ranting sebagai “busur panah perjuangan” PDI Perjuangan. Struktur paling bawah itu dinilai menjadi garda terdepan partai karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Dari anak rantinglah ideologi partai bergerak dan hadir menjawab persoalan rakyat. Karena itu, konsolidasi di tingkat bawah tidak boleh dipandang remeh,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rachmat secara simbolik mengabsen kehadiran pengurus PAC dan ranting sebagai penegasan pentingnya disiplin organisasi.
“Tidak ada perjuangan tanpa disiplin. Partai ini besar karena disiplin ideologi dan disiplin organisasi,” tegasnya.
Tolak Pilkada Melalui DPRD
Dalam forum Musancab, Rachmat juga menegaskan sikap PDI Perjuangan yang menolak wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Menurutnya, pilkada langsung merupakan perwujudan kedaulatan rakyat yang tidak boleh dikurangi.
“Pilkada langsung adalah manifestasi kedaulatan rakyat. Mengembalikan pilkada ke DPRD sama saja menarik mundur demokrasi,” ujar Rachmat.
Ia menilai pemilihan langsung tidak hanya soal mekanisme, tetapi juga pendidikan politik dan partisipasi rakyat. Sikap tersebut, kata dia, sejalan dengan ajaran Bung Karno tentang demokrasi yang berakar pada rakyat dan berorientasi pada keadilan sosial.
Tantangan Politik ke Depan
Rachmat mengingatkan bahwa tantangan politik ke depan akan semakin kompleks seiring perubahan sosial, disrupsi teknologi, dan dinamika perilaku pemilih. Karena itu, ia menekankan pentingnya kesiapan ideologis dan organisatoris kader.
“Kita harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri. Kekuasaan harus menjadi alat perjuangan, bukan tujuan,” katanya.
Apresiasi dari DPC Kota Mataram
Di tempat yang sama, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mataram I Gede Wiska menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Rachmat Hidayat. Ia juga mengucapkan selamat atas penghargaan tertinggi partai yang diterima Rachmat dan diserahkan langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
“Penghargaan ini merupakan pengakuan atas dedikasi dan loyalitas beliau kepada partai. Bagi kami di daerah, ini menjadi teladan dan sumber inspirasi,” kata Wiska.
Ia menegaskan komitmen DPC PDI Perjuangan Kota Mataram untuk terus menjalankan politik kerakyatan dengan turun langsung ke tengah masyarakat serta memperjuangkan kepentingan wong cilik.
Menurut Wiska, Musancab tidak hanya diarahkan untuk penguatan struktur organisasi, tetapi juga sebagai langkah strategis menghadapi agenda politik mendatang, termasuk peningkatan perolehan suara dan kursi legislatif.
“Dengan semangat gotong royong dan kesetiaan pada ideologi Bung Karno, kami optimistis PDI Perjuangan Kota Mataram tetap menjadi kekuatan politik utama yang konsisten memperjuangkan keadilan sosial,” ujarnya.
(*)



