
Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan memberikan sambutan pada kegiatan Manasik Haji Terintegrasi di Aula SMK Negeri 3 Kota Bima.
Kota Bima, KabarNTB - Sebanyak 228 calon jemaah haji Kota Bima mengikuti kegiatan Manasik Haji Terintegrasi Tingkat Kabupaten/Kota dan Kecamatan Tahun 1447 H/2026 M. Kegiatan yang mengusung tema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas dan Perempuan” ini digelar di Aula SMK Negeri 3 Kota Bima, sebagai pembekalan komprehensif sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Wakil Wali Kota Ingatkan Anugerah Jadi 'Tamu Allah'
Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, dalam sambutannya mengajak seluruh calon jemaah untuk bersyukur atas kesempatan menunaikan rukun Islam kelima ini. Ia menegaskan bahwa keberangkatan haji merupakan undangan khusus dari Allah SWT.
“Bapak dan Ibu patut bersyukur karena telah masuk dalam daftar tamu Allah. Sebesar apa pun kemampuan kita, jika Allah belum mengundang, kita belum tentu bisa berangkat haji,” ujar Feri Sofiyan.
Dia menambahkan, di tengah efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Bima tetap berkomitmen menyediakan transportasi bagi jemaah untuk keberangkatan dan kepulangan dari dan ke Mataram. Tujuannya, memastikan kesiapan jemaah tidak hanya secara ritual, tetapi juga fisik, mental, sosial, dan mendapat pelayanan terbaik.
Rincian Jemaah: 2 Kloter dan Dominasi Kelompok Lansia
Pembina Manasik Haji, H. Amrin, SH, melaporkan bahwa 228 jemaah haji Kota Bima tahun ini terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter). Kloter 11 berjumlah 121 jemaah akan diberangkatkan lebih dulu ke Madinah, sementara Kloter 13 beranggotakan 107 jemaah menyusul pada gelombang kedua.
Data yang cukup menonjol adalah komposisi usia jemaah. Sekitar 40 persen merupakan jemaah lanjut usia (lansia), dengan peserta tertua berusia 96 tahun. Di sisi lain, peserta termuda berusia 19 tahun, menunjukkan keragaman generasi yang berangkat.
“Kloter 11 berjumlah 121 jemaah dan akan masuk gelombang pertama. Sementara Kloter 13 berjumlah 107 jemaah dan masuk gelombang kedua,” jelas H. Amrin.
Keistimewaan lain yang diperoleh jemaah haji asal Kota Bima adalah fasilitas penerbangan langsung hingga ke kota asal, yang tidak didapatkan oleh jemaah dari daerah lain. Fasilitas ini diharapkan meringankan perjalanan panjang usai menunaikan ibadah.
Kegiatan manasik ini dirancang untuk memastikan seluruh jemaah, khususnya kelompok rentan seperti lansia dan disabilitas, memahami tata cara ibadah dengan baik sehingga dapat meraih haji mabrur.
(*)
.png)