Mataram, KabarNTB - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kelurahan Jempong Baru, Lingkungan Mapak Dasan, Kota Mataram, pada Kamis (22/10/2026). Kegiatan yang dirangkai dengan peringatan Hari Pangan Sedunia ini menawarkan berbagai kebutuhan pokok di bawah harga pasar, sekaligus menyentuh lapisan masyarakat paling rentan melalui pembagian paket sembako bagi warga kurang mampu dan lanjut usia.
GPM untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan
Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Irene Selviani, hadir mewakili Kepala Dinas dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa program ini dirancang agar akses terhadap pangan terjangkau tidak hanya dinikmati kelompok tertentu, melainkan seluruh lapisan masyarakat.
"Tujuan GPM tentunya untuk menjaga stabilitas harga, sehingga pangan murah dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat dan meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari," ujar Irene.
Komoditas yang paling banyak diminati warga meliputi beras, minyak goreng, gula, telur, serta berbagai bumbu dapur. Selain transaksi jual beli kebutuhan pokok bersubsidi, rangkaian acara juga diisi lomba memasak nasi goreng menggunakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), yakni beras dari program cadangan pangan pemerintah yang dijual dengan harga khusus.
Antusiasme Warga Cerminkan Kebutuhan Nyata
Lurah Jempong Baru, Tika Hartarti, menyambut positif pelaksanaan GPM di wilayahnya. Kehadiran program ini dinilainya memberikan dampak langsung yang dirasakan warga, terutama dalam mengurangi tekanan pengeluaran rumah tangga sehari-hari.
"Kami sangat mengapresiasi kegiatan Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan di Kelurahan Jempong Baru ini. Kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dengan harga yang lebih murah," ujar Tika Hartarti.
Tingginya antusiasme warga yang hadir, menurut Tika, menjadi bukti nyata bahwa program semacam ini belum kehilangan relevansinya. Ia pun mendorong agar GPM tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan digelar secara rutin agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
"Kami berharap Gerakan Pangan Murah ini bisa lebih sering dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Dengan begitu, warga dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan pengeluaran yang lebih hemat," kata Lurah Jempong Baru itu.
Momentum Hari Pangan Sedunia untuk Perkuat Ketahanan Pangan Daerah
Pelaksanaan GPM di Jempong Baru merupakan bagian dari rangkaian kegiatan serentak nasional dalam memperingati Hari Pangan Sedunia. Pemerintah Provinsi NTB menjadikan momentum ini sebagai pijakan untuk memperluas jangkauan program ketahanan pangan, sekaligus mengingatkan bahwa stabilitas harga bahan pokok adalah tanggung jawab yang terus harus dijaga, tidak hanya pada hari-hari peringatan semata.
(*)

