![]() |
| Petugas saat mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. |
Bima, KabarNTB – Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Tambora, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), tengah memburu seorang pria berinisial FM (28) yang diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya sendiri di Desa Kananga, Kecamatan Tambora.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 05.00 Wita. Akibat kejadian itu, korban berinisial DR (29) mengalami luka bacok pada bagian lengan kanan dan harus mendapatkan perawatan medis.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, insiden bermula ketika FM meminta sejumlah uang kepada istrinya yang disebut akan digunakan untuk membeli pil tramadol. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh korban dengan alasan waktu masih terlalu pagi.
Penolakan itu kemudian memicu pertengkaran antara keduanya. Dalam kondisi emosi, FM diduga mengambil sebilah parang dan menyerang korban hingga menyebabkan luka pada lengan kanan.
Setelah melakukan penganiayaan, terduga pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian dan meninggalkan korban dalam keadaan terluka.
Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Tambora segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Petugas kemudian mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar melalui Kasat Reskrim IPTU Ghufron Subeki membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Sementara itu, Kapolsek Tambora IPTU Suhadak mengatakan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
"Hingga saat ini kami masih memburu terduga pelaku," ujar Suhadak.
Polisi juga terus melakukan penyelidikan dan pengumpulan keterangan guna mengungkap secara lengkap kronologi kejadian serta menangkap pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Meski sempat menggegerkan warga setempat, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kecamatan Tambora dilaporkan tetap kondusif pascakejadian.
(*)

