Jakarta, KabarNTB - Kabupaten Bima selangkah lebih dekat menuju kawasan peternakan ayam modern berskala nasional. Bupati Bima, Ady Mahyudi, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) bersama Direksi PT Berdikari di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (12/6/2026). Penandatanganan ini menandai masuknya Kabupaten Bima dalam program strategis nasional sektor peternakan yang digagas Kementerian Pertanian RI.
Madapangga Penuhi Syarat Biosekuriti
Dari enam lokasi yang diusulkan Pemkab Bima, konsultan PT Berdikari menjatuhkan pilihan pada Kecamatan Madapangga sebagai lokasi yang paling memenuhi persyaratan biosekuriti peternakan. Di kawasan inilah sejumlah fasilitas peternakan modern akan dibangun secara terintegrasi dalam satu hamparan — meliputi pabrik pakan, pusat indukan ayam (Parent Stock), mesin tetas atau Day Old Chick (DOC), pusat budidaya (hatchery), hingga rumah potong unggas.
Meski demikian, jenis fasilitas yang akan dibangun secara spesifik masih menunggu hasil kajian teknis yang tengah disusun oleh PT Berdikari.
MoU Baru Langkah Awal, Banyak Tahapan Menanti
Bupati Ady Mahyudi menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini baru merupakan pijakan pertama. Serangkaian kajian lanjutan masih harus dirampungkan sebelum kerja sama resmi dapat dimulai.
"Nota Kesepahaman ini akan ditindaklanjuti dengan kesepakatan kerja sama setelah dilaksanakan studi kelayakan, valuasi nilai lahan, dan berbagai kajian lainnya. Di sisi lain, sosialisasi dan komunikasi yang intensif dengan masyarakat akan dilaksanakan pasca-penandatanganan MoU." terang Bupati.
Bupati hadir didampingi Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Muhammad Riadi, serta Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima, H. Zainal Arifin, ST., MT.
Bagian dari Program Prioritas Nasional di Lima Provinsi
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima, H. Zainal Arifin, menjelaskan bahwa program HAT merupakan salah satu prioritas nasional Presiden RI melalui Kementerian Pertanian, yang pada tahap awal menyasar lima provinsi di Indonesia — termasuk Nusa Tenggara Barat.
"Pada tahap ini dilakukan penandatanganan MoU bersama antara PT Berdikari dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Boalemo, dan Pemerintah Kabupaten Bima." jelasnya.
Acara tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI Dr. drh. Agung Suganda, M.Si., Direktur Utama PT Berdikari Maryadi, jajaran General Manager PT Berdikari, pimpinan ID Food, serta perwakilan BUMN Danantara.
(*)
