Bima, KabarNTB - Kabupaten Bima menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional. Dalam ajang Kemendagri Awards: Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 se-Nusa Tenggara dan Maluku yang berlangsung di Ballroom Hotel Merumatta, Senggigi, Selasa (19/5/2026) pukul 19.30 WITA, Bupati Bima Ady Mahyudi menerima penghargaan kategori Pengendalian Inflasi Terbaik II tingkat kabupaten, sekaligus membawa pulang dana apresiasi senilai Rp2 miliar.
Bupati hadir bersama Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy dan sejumlah pejabat terkait lingkup Pemkab Bima. Acara ini dihadiri 56 kepala daerah dan Forkopimda dari empat provinsi: 11 daerah se-NTB, 23 daerah se-NTT, 11 daerah se-Maluku, dan 11 daerah se-Maluku Utara.
Kabupaten Bima Terbaik II, Kalahkan Puluhan Pesaing
Pada kategori tingkat kabupaten, Sumba Timur meraih Terbaik I dengan hadiah Rp3 miliar, Kabupaten Bima Terbaik II dengan Rp2 miliar, dan Kabupaten Maluku Tenggara Terbaik III dengan Rp1 miliar. Kategori pemerintah kota terbaik I diraih Kota Tual, Maluku, sementara di tingkat provinsi, NTT meraih posisi terbaik I.
"Penghargaan ini tentu saja menjadi bukti nyata keberhasilan pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program strategis yang berfokus pada perlindungan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat." ungkap Bupati Ady Mahyudi.
Rp248 Miliar untuk Tekan Kemiskinan, Libatkan 16 OPD dan 21 Puskesmas
Kepala Bappeda Kabupaten Bima, Hariman, SE., M.Si., menjelaskan bahwa upaya penurunan kemiskinan dilaksanakan melalui kolaborasi 16 perangkat daerah dan 21 Puskesmas dengan dukungan 127 sub kegiatan serta total alokasi anggaran Rp248,2 miliar.
Program difokuskan pada tiga strategi utama: pengurangan beban pengeluaran masyarakat melalui PKH, BPNT, PBI JKN, bantuan sosial, beasiswa, dan BLT Desa; peningkatan pendapatan melalui pelatihan, bantuan modal usaha, alsintan, dan bantuan benih; serta penurunan kantong kemiskinan melalui pembangunan irigasi, RTLH, SPAM, SPALD-S, dan infrastruktur berbasis masyarakat.
Hasilnya nyata. Persentase penduduk miskin Kabupaten Bima pada 2025 berhasil turun menjadi 12,59%, turun 0,32% dibanding 2024. Lebih mengesankan, angka kemiskinan ekstrem anjlok drastis dari 2,04% pada 2024 menjadi hanya 0,41% pada 2025.
Stunting Lampaui Target, Turun hingga 12,22 Persen
Dalam percepatan penurunan stunting, Pemkab Bima mengalokasikan Rp53,86 miliar yang tersebar di 13 perangkat daerah. Intervensi dilakukan secara terpadu mulai dari peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, sanitasi, hingga edukasi masyarakat. Hasilnya melampaui ekspektasi — dari target 17,33%, angka stunting berhasil ditekan hingga 12,22% pada 2025.
Tim Pengendalian Inflasi Dipimpin Sekda
Keberhasilan pengendalian inflasi tidak lepas dari peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Bima yang dibentuk berdasarkan SK Bupati Nomor 188.45/100/03.4 Tahun 2025. Tim diketuai Sekretaris Daerah Adel Linggi Ardi, SE., dengan Inspektur Kabupaten Bima Iwan Setiawan, SE., sebagai Sekretaris, didukung instansi vertikal dan perangkat daerah terkait. Tugas tim mencakup penyusunan kebijakan pengendalian inflasi daerah yang selaras dengan kebijakan nasional serta koordinasi penanganan inflasi secara menyeluruh.
(*)

