Bima, KabarNTB - DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bima resmi menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) VI Tahun 2026, Kamis (9/4/2026). Agenda ini menjadi momentum konsolidasi internal sekaligus ajang seleksi pemimpin cabang yang berintegritas dan visioner di seluruh wilayah Kabupaten Bima. Pelaksanaan Muscab VI dipusatkan di Paruga Na'e, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima.
Konsolidasi Jadi Tahapan Krusial
Sebelum memasuki tahap pemilihan, DPD PAN Kabupaten Bima mengawali rangkaian Muscab VI dengan kegiatan konsolidasi dan penyamaan visi bagi seluruh calon formatur Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Kabupaten Bima. Ketua DPD PAN Kabupaten Bima, Muhammad Aditya Ardin, menegaskan bahwa tahapan ini bukan sekadar formalitas, melainkan penentu kualitas kepemimpinan yang akan lahir dari proses musyawarah.
"Kami ingin memastikan calon ketua DPC memiliki integritas, visi, dan komitmen yang jelas untuk membesarkan PAN di Kabupaten Bima."
Aditya Ardin menambahkan bahwa Muscab VI merupakan bagian dari strategi besar untuk memperkuat struktur partai hingga ke tingkat akar rumput — bukan sekadar agenda rutin organisasi lima tahunan.
"Melalui Muscab ini, kami berharap lahir pemimpin cabang yang membawa energi baru serta mampu memperkuat soliditas partai."
Fakta Integritas Jadi Syarat Wajib Calon Formatur
Untuk memastikan proses berjalan transparan dan akuntabel, Ketua Badan Pelaksana dan Organisasi Kegiatan (BPOK) Muscab VI, Hamdan, S.H., yang akrab disapa Dagon, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah instrumen pengawasan. Salah satu yang paling menonjol adalah kewajiban penandatanganan formulir fakta integritas bagi seluruh calon formatur DPC.
"Formulir ini menjadi komitmen tertulis agar para calon menjalankan amanah sesuai aturan partai dan menjaga marwah organisasi."
DPD PAN Kabupaten Bima juga menunjuk sejumlah tokoh dari unsur Majelis Pertimbangan Partai (MPP) sebagai tim penguji dalam proses seleksi calon formatur.
Dengan persiapan matang dan keterlibatan aktif seluruh pengurus, Muscab VI diharapkan menjadi tonggak penting bagi PAN Kabupaten Bima — tidak hanya dalam memperkuat konsolidasi internal, tetapi juga dalam meneguhkan komitmen sebagai partai yang dekat dengan masyarakat dan responsif terhadap dinamika daerah.
(*)

