
Potongan video yang viral di media sosial memperlihatkan Wakil Bupati Dompu, H. Syirajuddin, SH, meninggalkan ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Dompu, Selasa (24/3/2026).
Dompu, KabarNTB - Sebuah video yang memperlihatkan Wakil Bupati Dompu, H. Syirajuddin, SH, meninggalkan ruang rapat saat agenda Paripurna DPRD Kabupaten Dompu hendak dimulai viral di media sosial, Selasa (24/3/2026). Publik terbelah: ada yang menilai itu bentuk ketegasan, ada pula yang menganggapnya tindakan tidak bijak.
Diduga Konsep Rapat Tak Siap, Wabup Cabut
Berdasarkan informasi yang beredar di kolom komentar unggahan akun “Lawan Melawan”, langkah Syirajuddin keluar ruangan diduga karena bahan atau konsep rapat yang seharusnya disiapkan belum tersedia. Video tersebut langsung memicu perdebatan hangat di jagat maya.
“Kalau konsep belum siap, itu kelalaian serius. Wajar pimpinan bersikap tegas,” tulis salah satu warganet, Rabu (25/3/2026).
Bahkan, muncul desakan dari publik agar Sekretaris Daerah (Sekda) dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dievaluasi, termasuk kemungkinan rotasi jabatan sebagai bentuk tanggung jawab atas ketidaksiapan administrasi.
Kritik: Pemimpin Harus Cari Solusi, Bukan Tinggalkan Forum
Di sisi lain, tak sedikit warganet yang mengkritik keras sikap tersebut. Mereka menilai meninggalkan forum resmi seperti rapat paripurna bukan langkah bijak, apalagi menyangkut agenda penting pemerintahan.
“Sebagai pemimpin, seharusnya tetap berada di forum untuk mencari solusi, bukan meninggalkan ruang rapat,” tulis warganet lainnya.
Dorongan Evaluasi Internal dan Soliditas Pemerintahan
Di tengah pro dan kontra, masyarakat mengingatkan pentingnya menjaga soliditas internal pemerintahan daerah. Polemik ini dinilai seharusnya menjadi bahan evaluasi bersama, bukan ajang saling menyalahkan. Visi pembangunan “Dompu Maju” pun turut disorot; publik berharap dinamika internal tidak menghambat kinerja pemerintahan, melainkan menjadi momentum memperbaiki koordinasi dan profesionalitas birokrasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Wakil Bupati Dompu maupun DPRD Kabupaten Dompu terkait kejadian dalam video tersebut.
(*)
