
Suasana di puskesmas di Desa Boro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Sabtu (28/3/2026). Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara.
Bima, KabarNTB - Warga Desa Boro, Kecamatan Sanggar, digegerkan oleh peristiwa meninggalnya seorang pria berinisial H (30) yang diduga mengakhiri hidup di rumahnya sendiri, Sabtu (28/3/2026) sore. Aparat menduga perbuatan nekat itu dipicu oleh tekanan batin akibat konflik rumah tangga.
Berpamitan ke Dapur, Ditemukan Tergantung
Kapolsek Sanggar, Iptu Eric As Ari, menjelaskan bahwa korban yang berprofesi sebagai petani itu sebelumnya berada di ruang tamu bersama istrinya. Ia sempat berpamitan menuju dapur belakang, namun tak kunjung kembali. Sang istri kemudian menyusul dan menemukan korban dalam posisi berdiri di atas meja kecil dengan tali melilit leher.
“Saat disusul ke dapur, korban ditemukan dalam kondisi melakukan percobaan gantung diri dengan posisi berdiri di atas sebuah meja kecil,” ungkap Iptu Eric.
Istri korban sontak berteriak meminta tolong sambil berusaha menyelamatkan dengan memeluk tubuh korban dan memotong tali. Warga yang mendengar teriakan berdatangan membantu mengevakuasi korban ke Puskesmas Sanggar. Namun nyawanya tak tertolong.
Didorong Masalah Rumah Tangga
Dari informasi yang dihimpun, dugaan sementara motif kejadian berkaitan dengan persoalan rumah tangga. Korban disebut mengalami tekanan setelah istri pertamanya beberapa hari sebelumnya datang dan mempersoalkan keberadaan istri mudanya.
Petugas mengamankan barang bukti berupa pakaian korban dan tali nilon biru yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut. Olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan sejumlah saksi telah dilakukan untuk mendalami kronologi.
Pihak Berwenang Jaga Situasi Tetap Kondusif
Pasca kejadian, aparat memastikan situasi di Desa Boro tetap aman dan kondusif. Polisi bersama pemerintah desa dan tokoh masyarakat melakukan koordinasi menjaga stabilitas kamtibmas. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak berspekulasi, dan menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada pihak berwenang.
(*)
