
Dr. Muhammad Hasyim, S.Sos., SH., M.Ec.Dev
Kota Bima, KabarNTB - Perum BULOG menggelar Serap Gabah Petani (Sergap) di Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Minggu (29/3/2026). Sebanyak 7.124 kilogram Gabah Kering Panen (GKP) dari Kelompok Tani Lacici berhasil diserap dengan harga Rp6.500 per kilogram, sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan dalam Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 14 Tahun 2025.
Stabilkan Harga, Lindungi Petani saat Panen Raya
Kegiatan Sergap merupakan langkah strategis pemerintah untuk melindungi petani dari potensi jatuhnya harga gabah akibat melimpahnya pasokan saat panen raya. Juru Bicara Pemerintah Kota Bima, Muhammad Hasyim yang juga Kepala Dinas Kominfotik Kota Bima, menyebut kehadiran BULOG di tengah petani memberi kepastian pasar sekaligus menjaga keseimbangan harga.
“Tujuan utama Sergap adalah memastikan harga gabah di tingkat petani tidak jatuh di bawah HPP. Program ini menjadi solusi konkret untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani,” ujar Muhammad Hasyim.
Perkuat Cadangan Pangan Nasional
Selain menstabilkan harga, gabah yang diserap akan diolah menjadi beras dan disimpan sebagai cadangan pangan pemerintah. Stok ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk penyaluran bantuan pangan, operasi pasar, maupun penanganan kondisi darurat. Dengan adanya jaminan pembelian dari BULOG, petani tak lagi dibayangi kekhawatiran fluktuasi harga yang merugikan.
“Program ini diharapkan mampu meningkatkan semangat produksi petani sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” pungkas Muhammad Hasyim.
Melalui kegiatan Sergap di Jatiwangi, pemerintah menegaskan komitmennya melindungi petani sekaligus menjaga stabilitas pangan nasional di tengah dinamika sektor pertanian.
(*)
