
Ilustrasi yang di unggah oleh pemilik akun Facebook Bung Nar 999.
Kota Bima, KabarNTB — Penunjukan Pelaksana Harian (Plh) Kapolres Bima Kota kembali menuai sorotan publik. Kritik tersebut mencuat setelah sebuah unggahan di media sosial mempertanyakan rekam jejak pejabat yang ditunjuk menggantikan Kapolres Bima Kota sebelumnya yang dinonaktifkan karena dugaan kasus narkotika.
Unggahan itu disampaikan oleh akun Facebook Bung Nar 999, yang menyoroti penunjukan AKBP Catur Erwin Setiawan sebagai Plh Kapolres Bima Kota oleh Polda NTB.
Kapolres Lama Dinonaktifkan, Plh Dipertanyakan
Sebelumnya, Kapolres Bima Kota definitif Didik Kuncoro dinonaktifkan dari jabatannya setelah dikaitkan dengan dugaan keterlibatan dalam jaringan kejahatan narkotika. Situasi itu memicu harapan publik akan adanya pembenahan serius di tubuh kepolisian setempat.
Namun, harapan tersebut justru berubah menjadi polemik baru. Dalam unggahannya, Bung Nar 999 mengungkap rekam jejak digital yang menyebutkan bahwa AKBP Catur Erwin Setiawan pernah terseret kasus penyalahgunaan narkoba saat bertugas di Maluku Utara pada 2017.
“Sebuah rekam jejak digital kembali terkuak. Pada 2017, saat masih berpangkat AKP dan menjabat Kasat Resnarkoba Polres Ternate, yang bersangkutan dicopot dari jabatan dan menjalani pembinaan di Brimob Polda Maluku Utara setelah dinyatakan positif narkoba dalam tes urine,” tulis Bung Nar 999 dalam status Facebook-nya.
Keraguan Publik terhadap Upaya Pemberantasan Narkoba
Unggahan tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai komitmen institusi kepolisian dalam membersihkan wilayah hukum Polres Bima Kota dari peredaran narkoba. Penunjukan Plh Kapolres dengan rekam jejak yang dipersoalkan dinilai berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat.
“Bagaimana mungkin kami dapat percaya Polres Bima Kota bisa bersih dari kejahatan narkoba jika pimpinan yang dihadirkan justru memiliki catatan masa lalu terkait narkoba,” tulis Bung Nar 999.
Ia juga mempertanyakan apakah penunjukan tersebut merupakan langkah pemulihan institusi atau sekadar rotasi masalah tanpa penyelesaian substansial.
Menanti Klarifikasi dan Pembuktian
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Polres Bima Kota, Ditresnarkoba Polda NTB, maupun Mabes Polri terkait tudingan dan polemik yang berkembang di ruang publik tersebut.
Masyarakat Bima kini menanti klarifikasi resmi sekaligus pembuktian nyata bahwa pergantian pimpinan di Polres Bima Kota benar-benar ditujukan untuk memperkuat integritas dan memberantas kejahatan narkotika, bukan sekadar pergantian figur tanpa perubahan mendasar.
(*)
