![]() |
| Ilustrasi |
Bima, KabarNTB - Seorang balita berusia 2 tahun di Desa Pusu, Kecamatan Langgudu, meninggal dunia dalam perjalanan menuju Puskesmas Monta setelah mobil yang membawanya terjebak lumpur akibat jalan rusak parah. Peristiwa tragis ini terjadi Jumat malam (13/2/2026), memperlihatkan betapa rentannya warga desa terpencil terhadap keterbatasan infrastruktur dan fasilitas kesehatan.
Kondisi Kritis Terhambat Jalan Rusak dan Minimnya Ambulans
Bidan Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Pusu, Rika Istiqomah, menceritakan kronologi kejadian. Awalnya, orang tua membawa korban dan saudara kembarnya ke Pustu sekitar pukul 15.00 Wita dengan keluhan keracunan. Setelah satu jam ditangani, kondisi korban tidak menunjukkan perkembangan, sementara saudaranya berangsur sehat.
“Satu jam setelah ditangani di Pustu, kami melihat tidak ada perkembangan kondisi korban. Sedangkan saudaranya, alhamdulillah sehat,” kata Rika.
Tim medis segera meminta persetujuan keluarga untuk merujuk korban ke Puskesmas Monta. Namun, mereka dihadapkan pada kendala klasik: tidak ada mobil ambulans di desa tersebut. Mereka terpaksa mencari mobil pick up sewaan. Mobil yang akhirnya membawa korban justru terjebak di jalan berlumpur yang rusak parah.
“Mobil pick up yang akan membawa korban ke Puskesmas terjebak di jalan berlumpur. Kondisi korban saat itu kritis dan dipasang oksigen,” ujarnya.
Perjalanan Maut yang Berakhir Tragis
Mobil baru tiba di Pustu sekitar pukul 23.00 Wita. Dengan kondisi jalan yang benar-benar rusak, tim medis dan keluarga nekat melanjutkan perjalanan. Sekitar pukul 01.30 dini hari, di tengah jalan yang masih jauh dari Puskesmas, korban mengembuskan napas terakhir.
“Sekitar pukul 01.30 dini hari, di jalan yang rusak parah dan masih jauh dari Puskesmas, korban meninggal dunia dalam perjalanan. Kami pun memutuskan untuk kembali ke Desa Pusu,” jelas Rika dengan nada prihatin.
Rika mengungkapkan bahwa hambatan serupa sering terjadi. Selain jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki, Desa Pusu yang terpencil sama sekali tidak memiliki mobil ambulans. Untuk merujuk pasien, warga harus menyewa mobil dengan biaya sekitar Rp 1 juta. Perjalanan normal ke Puskesmas Monta memakan waktu tiga jam saat jalan kering, namun bisa membengkak hingga lima jam di musim hujan seperti saat ini.
Peristiwa ini menjadi ironi di tengah upaya pemerintah meningkatkan pelayanan kesehatan. Warga Desa Pusu kembali menanti kepastian perbaikan jalan dan ketersediaan ambulans agar tak ada lagi korban berjatuhan hanya karena akses yang tertutup lumpur dan rusak.
(*)

.png)