Kota Bima, KabarNTB - Banjir yang melanda Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu malam (7/2/2026) mengakibatkan sedikitnya 2.550 jiwa terdampak di sejumlah kelurahan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima mulai menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada korban, Minggu (8/2), berdasarkan hasil pendataan sementara di lapangan.
Penyebaran Korban di Empat Kelurahan
Berdasarkan data yang dirilis BPBD Kota Bima, warga terdampak tersebar di empat wilayah utama. Kelurahan Ule menjadi yang terdampak paling parah dengan 1.417 jiwa, disusul Kelurahan Melayu (679 jiwa), Kelurahan Nae (416 jiwa), dan Kelurahan Sarae (39 jiwa). Secara keseluruhan, tercatat 729 kepala keluarga (KK) yang terkena dampak banjir.
Kepala BPBD Kota Bima, A. Faruk, mengonfirmasi bahwa fokus utama saat ini adalah penyaluran bantuan.
"Sejak pagi tadi kami mulai menyalurkan bantuan kepada warga terdampak," kata Faruk, Minggu (8/2).
Bencana Susulan: Rumah Roboh Tertimpa Longsoran Batu
Selain banjir, terjadi juga bencana susulan di Kelurahan Jatiwangi. Satu unit rumah warga dilaporkan roboh setelah tertimpa longsoran batu di kawasan permukiman RT 04 RW 02. Kejadian ini menambah daftar kerusakan akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
Bantuan Tanggap Darurat Mulai Disalurkan
Bantuan tanggap darurat yang disalurkan BPBD berupa kebutuhan dasar bagi korban banjir, termasuk untuk warga yang rumahnya roboh akibat longsor. Upaya penyaluran dilakukan untuk memastikan korban mendapatkan bantuan segera guna meringankan beban mereka.
BPBD Kota Bima terus melakukan pemantauan dan pendataan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan menangani dampak bencana secara komprehensif.
(*)

.png)