Bima, KabarNTB - Sebuah unggahan di media sosial Facebook menyeret nama SDN Inpres Sai, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, ke ruang publik digital. Pemilik akun Muhammad Fadil mempertanyakan kondisi serta sejumlah aktivitas yang berlangsung di lingkungan sekolah itu, sekaligus mendesak Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Soromandi dan pengawas sekolah untuk segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
Isi Unggahan dan Tuntutan Pemilik Akun
Dalam unggahannya, Fadil mengisyaratkan adanya kegiatan di SDN Inpres Sai yang dinilainya tidak sesuai dengan kesepakatan yang sebelumnya telah dibuat, baik secara lisan maupun tertulis. Ia meminta pihak terkait tidak tinggal diam dan segera melihat kondisi nyata di lapangan sebelum persoalan ini sampai ke telinga kepala daerah.
"Jangan sampai kepala daerah mengetahui persoalan ini, karena kami tidak mau ada kegiatan yang berjalan melangkahi kesepakatan, baik secara lisan maupun secara tertulis," demikian inti pernyataan Muhammad Fadil dalam unggahannya di Facebook.
Unggahan itu juga dilengkapi sejumlah tagar bernada kritik yang mencerminkan kekecewaan mendalam terhadap kondisi yang dipersoalkan di sekolah tersebut.
Belum Ada Klarifikasi Resmi dari Pihak Sekolah dan Korwil
Hingga berita ini diturunkan, informasi yang beredar masih sebatas klaim dan keluhan sepihak yang disampaikan melalui media sosial. Pihak SDN Inpres Sai, Korwil Kecamatan Soromandi, maupun pengawas sekolah belum memberikan penjelasan atau tanggapan resmi atas persoalan yang dimaksud dalam unggahan tersebut.
KabarNTB masih terus berupaya memperoleh klarifikasi dari seluruh pihak terkait guna memastikan duduk persoalan yang sebenarnya, termasuk memverifikasi apakah benar terdapat kegiatan atau kebijakan di sekolah yang berjalan di luar kesepakatan sebagaimana diklaim Fadil.
(*)

