
Barang bukti milik Su asal Desa Ratu Kecamatan Lambu.
Kota Bima, KabarNTB– Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bima Kota kembali mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Seorang pria berinisial SU (44), yang diketahui berprofesi sebagai petani, diamankan di Desa Rato, Kecamatan Lambu, Selasa (17/3/2026) sekitar pukul 09.00 WITA.
Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M melalui Kasat Resnarkoba AKP Jahyadi Sibawaih, S.H mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait dugaan maraknya transaksi narkotika di wilayah tersebut.
“Tim menindaklanjuti informasi itu dengan melakukan penyelidikan hingga memperoleh data akurat (A1), kemudian dilakukan upaya penindakan di dua lokasi berbeda,” ujarnya.
Pada lokasi pertama di kediaman SU di RT 007 RW 002 Desa Rato, petugas berhasil mengamankan terduga pelaku beserta sejumlah barang bukti. Dari hasil penggeledahan yang disaksikan warga, ditemukan dua bungkus plastik klip berisi kristal yang diduga sabu dengan berat bruto total 0,61 gram yang disimpan di belakang rumah.
Selain itu, turut diamankan barang bukti lain berupa dua lembar plastik klip kosong, satu korek api, satu sumbu, satu alat hisap (bong), satu dompet warna hitam, dua unit telepon genggam merek Realme dan Vivo, serta uang tunai sebesar Rp300.000.
Berdasarkan hasil interogasi awal, SU mengakui bahwa barang haram tersebut merupakan miliknya yang diperoleh dari seseorang berinisial AN.
Petugas kemudian melakukan pengembangan ke lokasi kedua di rumah AN di RT 007 RW 003 Desa Rato. Namun, saat penggeledahan dilakukan, yang bersangkutan tidak berada di tempat dan tidak ditemukan barang bukti terkait.
Saat ini, terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Markas Komando (Mako) Polres Bima Kota untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar terus berperan aktif dalam memberikan informasi terkait peredaran narkotika guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif.
(*)
