Kota Bima, KabarNTB-Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, M.E., menyampaikan kondisi keuangan daerah yang mengalami penurunan signifikan saat menghadiri Safari Ramadan 1447 H/2026 M Pemerintah Kota Bima di Masjid Jami' Baburrahmah, Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Jumat (13/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Fakhrunraji mengungkapkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bima tahun 2026 turun menjadi sekitar Rp790 miliar dari Rp1,1 triliun pada tahun 2025. Penurunan sekitar Rp300 miliar tersebut terjadi akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
“Kondisi fiskal ini tidak hanya dirasakan Kota Bima, tetapi juga dialami oleh banyak daerah di Indonesia. Namun keterbatasan anggaran tidak menyurutkan komitmen pemerintah daerah untuk tetap memberikan pelayanan dan melanjutkan pembangunan,” ujarnya.
Safari Ramadan di Kelurahan Mande merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pemerintah Kota Bima yang sebelumnya telah dilaksanakan di empat kecamatan lainnya. Kecamatan Mpunda menjadi kecamatan terakhir dalam agenda Safari Ramadan tahun ini.
Fakhrunraji menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kelurahan Mande, khususnya jamaah salat Isya dan Tarawih di Masjid Jami' Baburrahmah yang telah menyambut rombongan pemerintah daerah.
Menurutnya, kegiatan Safari Ramadan tidak hanya menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiah dan silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga menjadi momentum menyampaikan berbagai informasi terkait penyelenggaraan pemerintahan selama satu tahun terakhir di bawah kepemimpinan Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin dan Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan perkembangan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima yang saat ini tengah melanjutkan pembangunan gedung rawat inap dengan kapasitas 100 tempat tidur.
“Rumah sakit baru Kota Bima insyaallah akan mulai beroperasi sepenuhnya sekitar Agustus 2026,” kata Fakhrunraji.
Di akhir sambutannya, Sekda mendorong masyarakat untuk menyiapkan putra-putri daerah menempuh pendidikan di bidang kedokteran. Hal ini sejalan dengan arahan Kementerian Kesehatan agar daerah menyiapkan tenaga dokter yang berasal dari daerah sendiri.
Pemerintah Kota Bima, kata dia, telah menjalin kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram guna menyiapkan sumber daya manusia yang nantinya dapat menjadi dokter, termasuk dokter spesialis, untuk mengabdi di RSUD Kota Bima.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat Pemerintah Kota Bima, di antaranya Plt. Asisten I Setda Kota Bima, Asisten II dan III, Plt. Kepala Inspektorat, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Kepala BKPSDM, para lurah se-Kecamatan Mpunda, serta pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bima, Baznas Kota Bima, RT/RW, dan masyarakat setempat.
(*)

