
Aries Munandar, ST., MT
Bima, KabarNTB - Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Bima, Juwiati (35), dilaporkan mengalami stroke saat bekerja di Malaysia. Ia bahkan terpaksa keluar dari rumah sakit karena tidak sanggup membayar biaya pengobatan. Video mengenai kondisinya viral di media sosial dan menjadi perhatian publik.
Berangkat Nonprosedural, Kini Terbaring Sakit
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bima, Aries Munandar, ST., MT, menjelaskan bahwa Juwiati merupakan warga Desa Boro, Kecamatan Sanggar. Ia berangkat ke Malaysia secara nonprosedural pada Juli 2025 dan bekerja sebagai cleaning service selama enam bulan. Antara 9 hingga 13 Maret 2026, ia dirawat di Hospital Raja Permaisuri Bainun akibat tekanan darah tinggi yang memicu stroke dan pembekuan darah di otak.
Pada 13 Maret 2026, Juwiati terpaksa keluar dari rumah sakit karena keterbatasan biaya. Saat ini, ia berada di sebuah rumah sewa di wilayah Ipoh, Perak, dan didampingi rekannya, Opi, yang berasal dari Jambi.
Koordinasi Pemerintah Daerah dan KBRI
Pemerintah Kabupaten Bima melalui Disnakertrans telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk penanganan kasus ini. Koordinasi dilakukan dengan Disnakertrans Provinsi NTB dan BP2MI Perwakilan Mataram. Laporan juga telah disampaikan kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur yang kini menangani pendampingan terhadap Juwiati.
“Kami berharap seluruh proses penanganan berjalan lancar, sehingga keselamatan serta kesehatan yang bersangkutan dapat menjadi prioritas utama dan mendapatkan solusi terbaik,” ungkap Aries Munandar.
Disnakertrans Kabupaten Bima menyampaikan bahwa KBRI Kuala Lumpur akan memberikan pembaruan informasi terkait perkembangan penanganan kasus tersebut kepada pemerintah daerah melalui koordinasi dengan instansi terkait. Sesuai arahan Bupati Bima, dinas terus melakukan koordinasi intensif agar Juwiati segera mendapatkan perhatian medis dan solusi terbaik demi keselamatannya.
(*)
